Breaking News:

Opini

The Eyes of Darkness;  Fiksi Corona Virus 40 Tahun Silam dari China yang Jadi Kenyataan

Apakah Dean Koontz memang benar-benar memprediksikan virus yang dijadikan senjata biologis tersebut untuk mengurangi populasi manusia di bumi atau..

dok_pribadi/facebook
Dr_Moh_Thamrin_Mappalahere 

Oleh: Dr Moh Thamrin Mapppalahere Mpd; Perupa dan dosen Ilmu Seni di UNM Makassar

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.com — Setahun sudah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) mewabah di dunia, termasuk Indonesia.

Perupa dan dosen Ilmu Seni di UNM Makassar Dr Moh Thamrin Mapppalahere Mpd;  mengirim artikel ulasan soal virus itu dari sisi karya sastra, untuk Tribun Timur.

Dia membuat ulasan karya fiksi yang 40 tahun kemudian jadi kenyataan yang mematikan.

Novel berjudul The Eyes of Darkness;  itu adalah karya novelis kelahiran Pennsylvania Amerika; Dean Ray Koontz (75 tahun).

Berikut ulasan yang dia kirim Doktor Thamrin Mappalahere disela-sela menghadiri hajat budaya di Rappang, Sidrap, Minggu (4/3/2021): 

Novel The Eyes of Darkness; karya Dean Ray Koontz tahun 1981, 40 tahun silam. Setelah 40 tahun karya fiksi ini jadi kenyataan.
Novel The Eyes of Darkness; karya Dean Ray Koontz tahun 1981, 40 tahun silam. Setelah 40 tahun karya fiksi ini jadi kenyataan. (dok_tribun-timur/facebook)

VIRUS Corona terus berlanjut hingga saat ini, menjadi misteri bagaimana awal mula munculnya COVID-19 tersebut. Wabah ini membuat dunia kewalahan. 

Virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok ini ternyata muncul pada buku karya Dean Koontz yang sudah dipublis sejak tahun 1981.  

Melalui novelnya yang berjudul The Eyes of Darkness, novelis asal Amerika Serikat ini sempat menggemparkan media sosial. 

Novelnya tersebut menceritakan seorang ilmuwan Tionkok, Li Chen datang ke Amerika Serikat. Ia membawa catatan disket paling penting dan juga berbahaya bagi negaranya. 

Halaman
1234
Editor: Thamzil Thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved