Jelang PSM vs PSIS
Pulang Kampung, Marwal Iskandar Eks PSM Motivasi Pemain Muda se-Luwu Raya
di klub berjuluk Pasukan Ramang, Marwal jadi bagian saat tim ini meraih posisi runner-up Liga Indonesia
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Mantan pemain sepakbola nasional, Marwal Iskandar, pulan kampung ke Tana Luwu, Sulawesi Selatan.
Marwal balik ke Tana Luwu (Palopo, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur) dengan berbagai agenda.
Salah satunya menjadi instruktur pada kursus kepelatihan yang digelar di Luwu dan Palopo.
Selain itu, ia juga keliling silaturahmi dengan keluarga dan rekannya ketika masih bermain tarkam.
Marwal ditemui di Stadion Lagaligo, Palopo, baru-baru ini menitip pesan kepada pemain muda yang ada di Tana Luwu.
Dengan harapan bisa mengikuti bahkan melampui apa yang pernah ia capai sebagai pesepakbola.
"Pesan saya kepada pemain muda, jangan pernah berhenti latihan dan jangan pernah cepat puas," katanya.
Menurut dia, prestasi sebagai atlet sepakbola hanya dapat dicapai dengan kerja keras.
Dibarengi dengan niat, disiplin tinggi, dan tidak mudah menyerah.
"Harus kerja keras, kalau kita punya kelemahan kita harus tutupi, jangan minder seperti saya punya postur kecil, tapi saya punya stamina, selalu menambah porsi latihan," terang dia.
Sebenarnya, kata dia, Tana Luwu punya banyak talenta pemain.
Namun belum banyak yang mampu bersaing di pentas nasional.
"Karena banyak yang cepat puas, makanya tidak bisa berkembang," tuturnya.
Marwal merupakan pemain asal Tana Luwu yang cukup sukses di pentas nasional.
Marwal sukses miniti karir dari pemain antar kampung hingga menjadi pemain profesional.
Ia salah satu dari sedikit pemain asal Tana Luwu yang namanya mentereng sebagai pesepakbola handal.
Selain mantan penjaga gawang Timnas Senior Syamsidar yang juga berasal dari Tana Luwu.
Dikutip TribunLuwu.com dari sejumlah sumber, aksi Marwal sebagai gelandang petarung yang militan pernah menghiasi pentas Liga Indonesia.
Totalitasnya di lapangan membuatnya tak sulit mendapatkan klub.
Sejak memulai karier pada 1991 di Gaspa Palopo, Marwal tercatat pernah berkostum 15 klub.
Enam di antaranya adalah klub besar eks perserikatan.
Yakni PSM Makassar, Persib Bandung, PSMS Medan, Persipura Jayapura, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya.
PSM adalah klub besar pertama yang dibelanya.
Di klub berjuluk Pasukan Ramang, Marwal jadi bagian saat tim ini meraih posisi runner-up Liga Indonesia 1995-1996.
Pada periode itu, Marwal memperkuat tim Sulsel yang menembus semifinal PON 1996 di Stadion Gelora Bung Karno.
Selepas dari PSM, Marwal mencoba peruntungan di Persikota Tangerang.
Di klub yang berjuluk Bayi Ajaib ini kemampuan Marwal tergali optimal dibawah penanganan pelatih Sutan Harhara.
Puncaknya, pada musim 1999-2000, Marwal termasuk pemain penting Persikota yang berhasil lolos ke semifinal sebelum dihentikan PKT Bontang.
Empat musim bersama Persikota, Marwal hengkang ke Perseden Denpasar.
Dua musim bersama klub Bali itu, pada 2003, ia ditawari membela Persib Bandung yang tengah berjuang dari ancaman degradasi.
Selepas dari Persib, petualangan Marwal berlanjut ke PSMS Medan (2004-2005) dan Persipura (2005-2006).
Di Persipura, Marwal menggenggam trofi juara Liga Indonesia 2005 setelah di final mengalahkan Persija Jakarta.
Sukses di Persipura, Marwal menyeberang ke Persija.
Di klub ibu kota, pencapaian terbaik Marwal adalah semifinal Liga Indonesia 2007 dan peringkat tiga Copa Indonesia (2006 dan 2007).
Dari Persija, Marwal melengkapi impiannya membela enam klub besar Indonesia dengan menerima tawaran manajemen Persebaya Surabaya pada 2007.
Selepas dari Persebaya, Marwal berturut-turut berkostum Deltras Sidoardo, Persikab Bandung, Palangkaraya FC, dan Persibo Bojonegoro.
Selain memperkuat belasan klub, nama Marwal sempat masuk dalam daftar pemain Timnas Indonesia U-23 menghadapi Pra Olimpiade 2000.
Setelah pensiun sebagai pemain, Marwal beralih profesi menjadi pelatih.
Ia mengawalinya dengan melatih Makassar United.
Meski berstatus klub amatir, Makassar United kerap mengikuti turnamen berskala nasional dan internasional, di antaranya Celebes Cup di Bandung dan Piala Gubernur Aceh.
Selepas dari Makassar United, Marwal menjadi staf pelatih Akademi Sepakbola Frenz International yang berbasis di Malaysia pada periode 2011-2015.
Pengalaman melatih di Malaysia jadi bekal Marwal mencoba peruntungan di klub tanah air.
Sebelum menjadi pelatih kepala di PSPS Pekanbaru pada 2017, Marwal sempat menjadi asisten pelatih di Borneo FC (2015) dan Persela Lamongan (2016).
Ia juga tercatat menjadi Direktur Teknik Persik Kediri yang berhasil promosi ke Liga 1 pada 2019.
Selain menjadi pelatih, Marwal juga berbagi ilmu dengan menjadi instruktur pada kursus kepelatihan.
Ia mengawalinya pada 2015 dengan menjadi asisten Sutan Harhara yang menjadi instruktur kepala pada sejumlah kursus sampai 2018.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/marwal-is3ew23.jpg)