Breaking News:

Tribun Sulsel

Inflasi Tahunan Sulsel Naik 2,07%, Andil Besar Cabai Rawit

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Maret 2021) sebesar 0,99 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun

TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD FADHLY ALI
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan gabungan 5 kota IHK di Sulawesi Selatan pada Maret 2021 terjadi inflasi sebesar 0,36 persen.

Sesuai data BPS, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,03 pada Februari 2021 menjadi 106,42 pada Maret 2021.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Maret 2021) sebesar 0,99 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2021 terhadap Maret 2020) sebesar 2,07 persen.

Menanggapi hal tersebut, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman malah sebaliknya.

"Di Sulsel ini kita justru year on year justru lebih rendah dari tahun lalu," ujarnya ditemui pada acara Tim Pengendali Inflasi Daerah di Four Points by Sheraton Jl Andi Djemma Makassar, Kamis (1/4/2021) lalu.

"Kita ini sekarang satu koma lima sembilan dan tahun lalu satu koma tujuh di bulan yang sama year one year. Ah ini persoalannya ketika kita cut off-nya adalah di bulan yang terakhir ini. Ini artinya kita masih terkendali lah ya, masih terkendali ya," tambahnya.

Seperti diketahui, inflasi gabungan 5 kota IHK di Sulawesi Selatan pada Maret 2021 sebesar 0,36 persen.

Hal tersebut terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.

Sebut saja kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 1,26 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya sebesar 0,09 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,19 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,05 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,08 persen serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,26 persen. 

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen; kelompok transportasi sebesar 0,37 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,21 persen.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved