Pupuk Kompos
Cara Membuat Pupuk Kompos dari Kulit Pisang
Kulit pisang selama ini sering diabaikan karena hanaya dianggap sebagai sampah yang tidak ada nilainya.
TRIBUNTIMUR.COM - Kulit pisang selama ini sering diabaikan karena hanaya dianggap sebagai sampah yang tidak ada nilainya.
Namun, tahukah Anda, kulit pisang bisa dijadikan sebagai pupuk kompos yang sangat berguna bagi tanaman.
Ya, kulit pisang dapat digunakan sebagai pupuk bagi beragam jenis tanaman di pekarangan rumah Anda.
Kulit pisang unggul karena mengandung banyak nutrisi dan mineral penting yang memungkinkan banyak tanaman tumbuh subur.
Adapun dikutip dari Growing Home, Minggu (4/4/2032), kulit pisang organik lebih unggul dari kulit pisang dari buah yang ditanam dengan pestisida.
Jika Anda tidak punya pilihan, cuci kulit pisang dengan larutan 3 bagian air dengan 1 bagian cuka dan bilas dengan baik.
Berikut beberapa mineral dan nutrisi penting yang terdapat pada kulit pisang.
Potasium (mengandung 42 persen saat dikeringkan)
Fosfor Kalsium Mangan Sodium Magnesium Sulfur
Ada beberapa cara membuat pupuk tanaman dari kulit pisang yang dapat Anda lakukan.
Namun, jangan khawatir, sebab ketiganya cukup mudah dilakukan dan bahan-bahannya pun mudah diperoleh di rumah.
Cara membuat pupuk tanaman dari kulit pisang
1. Pupuk cair sederhana dari kulit pisang
Tambahkan 4-6 kulit pisang ke dalam stoples kapasitas 3 liter (atau kurangi kulit pisang dalam toples yang lebih kecil), lalu isi toples dengan air.
Tutupi dengan kain berongga atau penutup yang longgar dan biarkan selama minimal 48 jam hingga seminggu.
Buang kulitnya, biarkan air di dalam toples. Sirami dasar tanaman Anda dengan pupuk kulit pisang Anda.
Anda dapat memotong dan mengubur kulit pisang atau Anda dapat menambahkannya ke tumpukan kompos.
2. Pupuk cair dan kulit pisang fermentasi
Resep ini termasuk pilihan untuk menghaluskan kulit pisang yang difermentasi untuk digunakan di halaman rumah, menjadikan dua hal ini bisa Anda buat dan gunakan dalam resep yang satu ini.
Proses fermentasi kulit pisang memiliki manfaat tambahan yaitu memasukkan bakteri baik ke dalam campuran.
Berikut cara membuatnya:
Masukkan kulit pisang ke dalam stoples, dan tutupi dengan air secukupnya hingga terendam.
Anda sebaiknya memberi beban pada kulit pisang agar tetap berada di bawah air. Tutupi dengan kain dan karet gelang atau tutup yang longgar.
Biarkan campuran selama seminggu di tempat yang kering dan hangat, sementara bakteri baik mulai bekerja melepaskan nutrisi dan mineral ke dalam air.
Jika Anda melihat keharusan berawan, tidak apa-apa. Jika Anda mulai melihat jamur hitam, Anda harus membuangnya dan mulai lagi, selama kulitnya masih di bawah permukaan air, Anda baik-baik saja.
Biarkan hidung dan penilaian menjadi panduan Anda. Setelah seminggu, masukkan kulitnya ke dalam blender dan haluskan dan simpan airnya untuk tanaman lain.
Cara lainnya, encerkan bubur dalam air untuk membantunya menyebar ke tanah dengan lebih baik.
3. Campur dengan cangkang telur dan garam epsom
Pada cara ketiga ini, Anda akan membuat pupuk cair semprot yang terbuat dari kulit pisang dicampur dengan cangkang telur untuk meningkatkan kalsium dan garam epsom untuk magnesium.
Jika tanaman Anda sudah dalam kondisi baik, dan Anda hanya ingin memberinya tambahan nutrisi, cobalah membuat pupuk cair yang nantinya disemprotkan ke tanaman.
Bahan-bahan yang dibutuhkan:
4 kulit pisang
1 sendok makan garam epsom
3 cangkang telur
Botol semprot kosong
1 liter air
Cara membuat:
Keringkan kulit pisang di dehidrator makanan atau di area yang cerah di luar di mana mereka tidak akan diganggu.
Anda juga bisa mengeringkannya dengan suhu rendah di dalam oven sampai benar-benar kering. Pastikan kulit pisang tersebut berada di atas kertas perkamen atau dalam semacam wadah sehingga Anda dapat dengan mudah mengumpulkan potongan-potongan yang dikeringkan.
Bersihkan cangkang telur dan biarkan hingga benar-benar kering. Giling kulit pisang kering dan cangkang telur dengan penggiling kopi atau food processor.
Campurkan gilingan kulit pisang dan cangkang telur dengan garam epsom ke dalam botol semprotan.
Tambahkan air ke botol semprotan sampai hampir penuh. Aduk dan kocok semprotan sampai garam dan bubuknya larut ke dalam air.
Semprotkan bagian dasar tanaman atau area yang lebih luas di bagian atas. Berhati-hatilah agar tidak membasahi daun tanaman yang tidak suka basah, misalnya tomat dan melon.(*)