Breaking News:

Lahan Warga Lumbewe

Lahan Warga Lumbewe Lutim Mau Digusur PTPN, Walhi Sulsel: Sama Saja Menghilangkan Hidup Masyarakat

Konflik lahan kembali terjadi antara PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV dengan masyarakat Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Istimewa
Konflik lahan kembali terjadi antara PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV dengan masyarakat Desa Lumbewe, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Konflik lahan kembali terjadi antara PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV dengan masyarakat Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kali ini, PTPN berkonflik dengan warga di Dusun Lumbewe, Desa Lumbewe, Kecamatan Burau, Luwu Timur yang menempati dan mengelola lahan sekitar 20 hektare (ha) lebih.

Warga Desa Lumbewe sekitar 100 kepala keluarga lebih (KK) tersebut tidak terima akan digusur oleh PTPN dari lahan yang lokasinya di Desa Lumbewe itu. Upaya penggusuran dilakukan pekal lalu.

Lahan yang akan digusur sudah ditempati warga bertahun-tahun untuk mencari nafkah lewat bertani guna bertahan hidup. 

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulsel, Amin mengatakan Walhi protes keras dan mengecam terkait rencana penggusuran warga ini.

Amin mengatakan hasil diskusi dengan warga, posisi tanah sedang dikuasai dan dikelola oleh rakyat.

Menurutnya, Sangat tidak etis dan tepat atau keliru kalau PTPN melakukan cara inkonstisional untuk menguasai atau mengambil alih tanah tersebut.

"Apalagi melibatkan aparat keamanan brimob," kata Amin kepada TribunLutim.com, Sabtu (3/4/2021).

Walhi Sulsel menantang direktur PTPN XIV untuk diskusi dengan Walhi Sulsel dengan warga Lumbewe dan masyarakat adat Pamona untuk menyelesaikan persoalan ini.

"Ada 100 KK di lahan 20 hektare yang dikelola dan dimanfaatkan warga. Jadi menghilangkan lahan warga 100 KK, sama saja menghilangkan hidup masyarakat Lumbewe," katanya.

Halaman
123
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Rasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved