Breaking News:

Tribun Sinjai

Gelombang Capai 3 Meter, Syabandar Sinjai Larang Nelayan Berlayar

Para nelayan di Kabupaten Sinjai diminta untuk memperhatikan cuaca sebelum berlayar.

ist
Kapal nelayan sedang bersandar di Pelabuhan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Para nelayan di Kabupaten Sinjai diminta untuk memperhatikan cuaca sebelum berlayar.

Ha ini disampaikan Petugas Kesyahbandaran Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Sinjai, Amal Ahsan, Sabtu (3/4/2021).

Apalagi akhir-akhir ini seringkali terjadi angin kencang dan juga gelombang tinggi.

Pihaknya sudah menerbitkan surat peringatan kepada para nelayan dan kapal tonda agar memerhatikan perkembangan cuaca.

Bahkan jika cuaca sangat buruk dan tidak bisa dilewati, agar para nelayan untuk tidak berlayar sementara waktu.

Ketinggian gelombang laut di wilayah Bira-Selayar 2,5 hingga tiga meter.

Ketinggian itu menurut Amal Ahsan tidak aman untuk dilalui nelayan.

Selama 2021, pihaknya sudah dua kali mengeluarkan larangan untuk berlayar kepada nelayan.

Penyebabnya karena cuaca ekstrem yang mengakibatkan tingginya gelombang laut.

Akibat larangan itu, para nelayan di Sinjai hanya memanfaatkan waktu jedah jika angin kencang.

Wilayah Bira,Bulukumba-Selayar adalah wilayah perairan yang ekstrem dilalui nelayan.

Nelayan asal Sinjai dan Kabupaten Bone pada umumnya melewati wilayah itu untuk berlayar ke perairan Kepualauan Selayar, Laut Jawa dan Laut Flores.

Di Kabupaten Sinjai terdapat 400 unit kapal nelayan yang keluar masuk di Pelabuhan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara dan Pelabuhan Tongke-tongke, Kecamatan Sinjai Timur setiap harinya.

Jumlah itu belum termasuk kapal penongkol tujuan, Maluku, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Pulau Jawa dan Kalimantan, jelas Amal Ahsan. 

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved