Breaking News:

Imbas KLB Demokrat Nasdem & PPP Harap Kepala Staf Presiden Moeldoko Mundur, Takut Jokowi Terseret

Hal ini sehubungan dengan Keputusan Moeldoko menerima posisi sebagai Ketum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang.

Tribunnews.com
Moeldoko 

-

TRIBUN-TIMUR.COM -  Sejumlah kalangan  meminta Moeldoko mundur dari jabatan Kepala Staf Presiden.

Kepala Staf Presiden Moeldoko disarankan mundur dari jabatannya akibat terlibat polemik Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat Deli Serdang.

Hal ini sehubungan dengan Keputusan Moeldoko menerima posisi sebagai Ketum Partai Demokrat versi KLB Demokrat Deli Serdang.

Dilansir kompas.com, menurut Ketua DPP PPP Achmad Baidowi atau Awiek, langkah yang diambil Moeldoko saat menerima jabatan menjadi Ketum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang adalah sikap pribadi.

Ia menilai, Moeldoko memiliki hak untuk mundur atau tidak dari jabatannya sebagai Kepala KSP.

"Mundur atau tidak itu sepenuhnya hak Pak Moeldoko," ujar Awiek kepada wartawan, Kamis (1/4/2021).

Selain itu, Awiek menilai sejak awal Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat Moeldoko sebagai Kepala KSP sudah sesuai dengan kualifikasi yang ada.

Menurut dia, Jokowi tidak memilih Moledoko melalui pertimbangan politis.

Karenanya, Awiek juga menyerahkan sepenuhnya keputusan terkait status jabatan Kepala KSP Moeldoko kepada Presiden Jokowi.

Halaman
123
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved