Breaking News:

Tribun Wajo

Personel Polres Selayar Jadi Korban Penganiayaan di Wajo, Bermula dari Jual Beli Mobil

Seorang anggota Polri menjadi korban penganiayaan di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Selasa (30/3/2021) kemarin.

Polsek Pitumpanua
Resmob Polres Wajo bersama Polsek Pitumpanua mengamankan pelaku penganiayaan anggota Polres Selayar di Kabupaten Wajo, Selasa (3032021). 

TRIBUNWAJO.COM, PITUMPANUA - Seorang anggota Polri menjadi korban penganiayaan di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Selasa (30/3/2021) kemarin.

Adalah Bripka Muhtar, yang diketahui berdinas di Polres Kepulauan Selayar. Selain menjadi korban penganiayaan, sejumlah barang-barangnya juga raib.

Pelaku, tak lain adalah rekannya sendiri bernama Rahmat (35). Kini, Rahmat telah diamankan personel Polsek Pitumpanua dan kini dibawa ke Mapolres Wajo.

Menurut Kapolsek Pitumpanua, Kompol Jasman Parudik, kasus pencurian disertai penganiayaan itu bermula ketika Bripka Muhtar dan Rahmat hendak membeli sebuah mobil di Kawasan Pelabuhan Bangsalae, Siwa.

"Pelaku dan korban ini sama-sama dari Sengkang, mau jemput mobil Honda Jazz, dimana korban membeli mobil itu dari Rahmat seharga 50 juta," katanya.

Mantan Kapolsek Sajoanging itu menambahkan, bahwa mobil plat bodong DD 444 XY itu sesungguhnya adalah mobil rental yang telah dilaporkan pemiliknya telah digelapkan di Polda Sulsel.

"Kita dapat informasi dari Polda kalau itu mobil rental, jadi anggota pergi mengamankan dan memanggil saudara Muhtar ke kantor untuk menjelaskannya, tapi dia ingin pergi dengan temannya bernama Rahmat," katanya.

Diperjalanan menuju Mapolsek Pitumpanua, Bripka Muhtar dan Rahmat yang berada dalam satu mobil itu memutar arah ke Desa Buriko, Kecamatan Pitumpanua.

"Kami tunggu, tidak datang-datang orangnya. Tahu-tahu dia (Bripka Muhtar) datang ke Polsek melapor kalau dia dipukuli dan dirampok sama temannya sendiri. Disitu juga kami baru tahu, kalau dia itu anggota (polisi)," katanya.

Menurut penuturan Bripka Muhtar, dirinya dipukuli balok kayu beberapa kali hingga kepalanya luka. Selain itu tasnya yang berisikan uang tunai Rp60.000.000, 1 ponsel, 1 BPKB mobil dan motor ikut diambil.

Tak butuh waktu lama bagi mantan Kanit Buser Polres Wajo itu untuk menangkap pelaku di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.

"Kita tangani kasus penganiayaannya, kalau terkait penggelapan mobilnya itu di Polda. Pelaku sekarang sudah ada di Polres Wajo," katanya. (*)

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved