Breaking News:

PLN

Manfaatkan FABA, Limbah PLTU Disulap Jadi Bahan Bangunan

Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan bahan bakar batubara dinilai masih cukup ekonomis dalam penyediaan pasokan listrik di Indonesia

Dok PLN
Limbah hasil pengolahan Batu Bara yang disebut FABA dapat memberikan manfaat dan nilai ekonomis, yakni dapat dijadikan bahan dasar pembuatan batako, paving block serta material campuran dalam industri semen. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan bahan bakar batubara dinilai masih cukup ekonomis dalam penyediaan pasokan listrik di Indonesia, kecukupan batubara setidaknya masih memenuhi untuk beberapa puluh tahun kedepan.

Tak hanya fokus terhadap penyediaan listrik, PLN juga concern terhadap pengolahan Limbah hasil PLTU batu bara.

imbah hasil pengolahan Batu Bara yang disebut FABA ternyata dapat memberikan manfaat dan nilai ekonomis, yakni dapat dijadikan bahan dasar pembuatan batako, paving block serta material campuran dalam industri semen.

Pengelolaan Fly ash dan Bottom Ash yang dilakukan oleh PLN mengacu kepada PP Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3, yaitu dengan melakukan pemanfaatan secara internal dan eksternal.

Setelah ditetapkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, maka saat ini limbah batubara berupa Fly Ash dan Bottom Ash telah dikeluarkan dari kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Berdasarkan lampiran 14 PP Nomor 22 Tahun 2021 disebutkan, limbah Fly Ash dan Bottom Ash yang berasal dari proses pembakaran batubara pada fasilitas PLTU termasuk kedalam kategori Limbah Non B3 Terdaftar.

PLTU Barru yang memiliki daya mampu 2x50 MW telah beroperasi komersil sejak tahun 2012, sepanjang tahun 2020 PLTU Barru mampu menghasilkan produksi listrik sebesar 413.806.680 kWh, dari hasil produksi listrik tersebut limbah yang berhasil dimanfaatkan adalah sebesar 865 Ton (100%), 11 Ton untuk pemanfaatan internal sebagai bahan Batako dan Paving Block serta sisanya 854 Ton dimanfaatkan oleh pihak eksternal sebagai bahan campuran produksi semen.

Dalam kesempatan tersebut Dimas Satria, Manager PLN UPDK Tello mengatakan "Masyarakat tidak perlu cemas dengan limbah hasil PLTU, karena dalam melakukan kegiatan usahanya PLN selalu memperhatikan kaidah lingkungan hidup. Harapan kami kedepan tentunya FABA ini dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh warga sekitar PLTU, sehingga dapat memberikan nilai ekonomis lebih kepada warga, seperti industri paving block, batako serta material bangunan lain" 

Editor: Suryana Anas
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved