Breaking News:

Bom di Gereja Makassar

BPJamsostek Jenguk Korban Bom Katedral Makassar, Diberi Manfaat JKK Hingga Pulih

Cosmas Balalembang merupakan salah satu korban bom Gereja Katedral di Makassar pada Minggu (28/3/2021).

BPJS Ketenagakerjaan Makassar
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Makassar, Lubis Latif bersama tim menjenguk langsung Cosmas di RS Bhayangkara Makassar, Rabu (3132021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Cosmas Balalembang merupakan salah satu korban bom Gereja Katedral di Makassar pada Minggu (28/3/2021).

Ia merupakan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan yang didaftarkan oleh pihak Yayasan Keuskupan Agung Makassar sejak tahun 2017. 

Kejadian yang menimpa Cosmas termasuk dalam ruang lingkup Jaminan Kecelakaan Kerja.

Untuk itu, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Makassar, Lubis Latif
bersama tim menjenguk langsung  Cosmas di RS Bhayangkara Makassar, Rabu (31/3/2021).

Lubis menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut.

Ia mengatakan, kejadian seperti ini merupakan sebuah kejahatan kemanusiaan yang tentunya tidak mendapatkan tempat di negara ini.

"Bapak Cosmas merupakan pahlawan yang memiliki peran penting dalam mencegah timbulnya korban yang lebih besar dalam peristiwa tersebut.  Ia peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dan kami bertanggungjawab memberikan manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)," jelasnya.

Secara pribadi, Lubis mendoakan Cosmos agar lekas sembuh dan beraktifitas kembali seperti sediakala.

Lebih lanjut, ia menjelaskan dalam kunjungan menjelaskan secara rinci terkait manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja.

"Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecelakaan kerja akan mendapatkan manfaat pertanggungan biaya kesehatan tanpa batasan biaya (unlimited ) sesuai indikasi medis," jelasnya.

Selain itu, peserta mendapatkan Santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) selama proses pengobatan hingga dinyatakan sembuh sesuai dengan upah atau gaji yang dilaporkan pemberi kerja. 

"STMB ini dibayarkan 100 persen dari upah atau gaji selama 12 bulan pertama dan selanjutnya 50 persen hingga dinyatakan sembuh. Selain itu jika terjadi cacat fungsi (semoga tidak terjadi)  maka akan diberikan santunan sesuai prosentase cacat yang ditetapkan oleh dokter yang berwenang", tuturnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur @umhaconcit

Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved