Breaking News:

Bandara Kertajati

Bandara Kertajati: Tragedi Penggusuran Warga Desa Sukamulya, Ditinggal Maskapai Jadi Bengkel Pesawat

Tragedi penggusuran Desa Sukamulya untuk pembangunan Bandara Kertajati Majalengka Jawa Barat pernah terjadi hingga warga ditangkapi, 2014 lalu.

Tribunnews.com
Petani menolak penggusuran warga Majalengka, Jawa Barat di Desa Sukamulya, Kamis (17/11/2016). Kedatangan mereka ditolak oleh warga setempat, dan menyebabkan penembakan gas air mata dan perusakan sawah. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Bandara Kertajati Majalengka Jawa Barat punya sejarah panjang tragedi penggusuran warga desa.

Periode November 2014 lalu, pemerintah dan aparat menggusur warga yang mendiami Desa Sukamulya Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Namun, penggusuran warga Majalengka untuk pembangunan Bandara Kertajati mendapatkan perlawan.

Dikutip dari kompas.com, penggusuran warga dibarengi dengan kekerasan aparat dan kriminalisasi terhadal rakyat.

Baca juga: Said Didu dan Rachland Nashidik Sindir Jokowi Setelah Bandara Kertajati Jadi Bengkel Pesawat

Baca juga: Sudah Habiskan Rp 2,6 T Kini Jadi Bengkel Pesawat, Jusuf Kalla Pernah Kritik Bandara Kertajati

Penggusuran atas nama pembangunan demi kepentingan umum terus dilakukan dengan pendekatan represif.

Sebanyak 6 orang warga Desa Sukamulya ditangkap.

"Proses sosialisasi dan musyawarah mengenai rencana pembangunan bandara di Kertajati oleh pemerintah provinsi, kabupaten dan pihak PT BIJB (Bandarudara Internasional Jawa Barat) kepada warga Sukamulya tidak dijalankan," ujar Sekjen Konsorsium Pembaruan Agaria (KPA) Dewi Kartika berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Kompas.com , Minggu (20/11/2016).

Menurut Dewi, hal tersebut jelas melanggar prosedur dan pengaturan yang diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

Hal tersebut mencerminkan upaya penistaan ​​terhadap kemanusiaan.

Tidak hanya itu, Dewi menganggap ini menunjukkan bahwa Gubernur dan Kapolda Jawa Barat telah "gelap-mata" demi proyek BIJB.

Halaman
123
Editor: Muh Hasim Arfah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved