Breaking News:

Tribun Palopo

Habiskan Anggaran Miliaran, 2 Proyek Pemkot Palopo Tahun 2020 Tak Selesai

Proyek sepanjang kurang lebih 300 meter itu menghabiskan anggaran Rp1,4 miliar menggunakan APBD tahun 2020.

TRIBUN TIMUR/ARWIN
DPRD Palopo tinjau dua proyek yang pembangunannya telah menyebrang tahun. Proyek tersebut yakni pedestrian di Jl Imam Bonjol dan pembangunan gedung Puskesmas Sendana. 

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Komisi II bersama Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palopo, meninjau dua proyek pembangunan di Kota Palopo, Selasa (30/3/21).

Pertama, proyek pedestrian di Jl Imam Bonjol, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo.

Proyek sepanjang kurang lebih 300 meter itu menghabiskan anggaran Rp1,4 miliar menggunakan APBD tahun 2020.

Wakil Ketua DPRD Palopo Irvan Majid mengatakan proyek tersebut masih ada beberapa item yang belum rampung.

“Kami akan memanggil dinas terkait untuk meminta penjelasan, karena temuan kami di lapangan, ada beberapa item pekerjaan yang belum rampung," kata dia kepada wartawan.

"Seperti manhole yang membahayakan masyarakat, kastin beton juga belum ada terpasang, serta bola beton yang sudah tidak ada di tempatnya,” sebutnya.

Proyek ini belum rampung dikerjakan padahal tenggat waktunya hanya sampai Desember 2020 lalu.

Selain proyek pedestrian di Jl Imam Bonjol, DPRD Palopo juga mendatangi pembangunan Puskesmas Sendana.

Proyek pembangunan gedung baru puskesmas tersebut menelan anggaran Rp4.567.044.355.

Proyek tersebut juga menggunakan APBD tahun 2020.

Pelaksanaan pengerjaannya dimulai pada Agustus 2020 lalu dan hingga kini Maret 2021 masih belum juga rampung.

Berdasarkan pantauan di lokasi, rekanan pembangunan puskesmas tersebut telah berganti sebanyak 3 kali.

“Kami hanya menemui para tukang dan buruh dilapangan, tidak ada pelaksana (kontraktor) dan konsultan supervisi yang seharusnya wajib ada di lapangan saat pelaksanaan pekerjaan, ada bangunan direksi ket, tapi kami tidak menemui adanya gambar design dan buku tamu, bangunan direksi ket juga tidak layak," sebut Irvan.

"Ada beberapa struktur yang hancur, seperti ringbalk dan dak beton, di mana pekerjaan ini dianggarkan dan seharusnya sudah rampung pada tahun 2020,” imbuhnya.

Irvan menyebutkan DPRD akan memanggil dinas terkait dan rekanan dalam dua proyek ini untuk dimintai penjelasan.

Penulis: Arwin Ahmad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved