Breaking News:

Bom di Gereja Makassar

Wasiat Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Siap Mati Syahid dan Dinikahkan Teroris JAD

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan pelaku bom bunuh diri di Makassar, Lukman siap mati syahid.

Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, saat konferensi pers di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar (29/3/2021) sore. 

Akibat aksi nekat itu, keduanya tewas di lokasi kejadian.

Serpihan bom panci yang diledakkan juga melukai19 orang dari jemaat, masyarakat biasa, dan petugas gereja.

Sering Tegur Ibu Saat Barazanji

Pihak kepolisian melakukan penggeledahan rumah terduga pelaku bom bunuh diri di Makassar, di Jl Tinumbu I Lorong 132, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Makassar, Senin (29/3/2021).

Ketua RW 1 Jl Tinumbu I, Keluharan Bungaejayya, Kecamatan Bontoala, Hamka mengatakan, jika pelaku pemboman Gereja Katedral Makassar, Lukman, merupakan anak yang penyabar.

Dari kecil pelaku bom di Makassar dikenal sebagai anak yang penyabar, apalagi sejak umur 5 tahun Lukman telah ditinggal mati oleh ayahnya.

"Ia penyabar sekali dari kecil, sudah yatim dari umur 5 tahun," ujar Hamka, Senin (29/3/2021).

Menurutnya, perubahan anak Sulung dari dua bersaudara itu, mulai terasa saat ia memutuskan untuk berhenti kuliah.

Baca juga: Fakta Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar, Pernikahan Mereka Tak Terdaftar

Baca juga: Pelaku Bom Gereja Makassar Lukman Jual Kue Keliling, Jenderal Sigit Bakal Bongkar Jaringan Terorisme

Suasana disekitar tempat tinggal pelaku bom gereja katedral Makassar, Lukman, di Jl Tinumbu I, Keluharan Bungaejayya, Kecamatan Bontoala, Senin (29/3/2021).
Suasana disekitar tempat tinggal pelaku bom gereja katedral Makassar, Lukman, di Jl Tinumbu I, Keluharan Bungaejayya, Kecamatan Bontoala, Senin (29/3/2021). (TRIBUN TIMUR/IKHSAN)

"Dia kuliah dekat sini, saya lupa kampus apa. Tapi tiba-tiba dia mau berhenti, bahkan saya kasihan sama ibunya, karena tidak mau dilarang," jelasnya.

"Berubah, dia sering pulang malam, terus sudah tidak mau bergaul sama warga disini. Dulu memang pendiam, tapi masi mau kumpul," lanjutnya 

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved