Breaking News:

Bom di Gereja Makassar

Aktivis Mahasiswa Mamasa Kecam Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar

Taufik Rama Wijaya mengatakan, dirinya mengutuk segalah jenis tindak kekerasan yang menjatuhkan korban sipil.

TRIBUN TIMUR/SEMUEL
Aktivis Mahasiswa Kabupaten Mamasa, Taufik Rama Wijaya 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA- Ledakan bom di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan yang diduga bom bunuh diri, mengundang perhatian publik, Minggu (28/3/2021) pagi.

Betapa tidak, bertepatan ibadah di gereja itu ledakan bom pun mengejutkan warga sekitar, dan menewaskan dua orang dan 20 orang luka-luka.

Karenanya, aksi itu mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk Aktivis Mahasiswa asal Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Taufik Rama Wijaya.

Kepada wartawan, Taufik Rama Wijaya mengatakan, dirinya mengutuk segalah jenis tindak kekerasan yang menjatuhkan korban sipil.

Apa lagi kata dia, serangan ke rumah ibadah yang jelas tidak punya kesalahan apa apa.

Menurutnya, serangan Bom bunuh diri yang menyasar rumah ibadah jelas sebuah kesalahan fatal yang dilakukan oleh ekstrimis kanan, apapun motifnya.

"Karena kita tahu bahwa teror bom tidak akan menghasilkan apa apa terhadap apapun yang mereka perjuangkan secara ideologis," kata Taufik yang akrab disapa Rama malam tadi.

Rama lanjut berujar, insiden ini menjadi bukti bahwa sistem keamanan nasional yang sudah paling banyak menghabiskan Anggaran APBN paling banyak gagal dalam menjamin keselamatan sipil, khususnya dari serangan teroris yang seharunya bisa di cegah sebelum melakukan aksi.

"Kemenpan menghabiskan anggaran 135,9 triliun dan polri menghabiskan anggaran 99,9 triliun pada tahun 2020, bukan jumlah yang sedikit," ujarnya.

Seharusnya kata dia, anggaran sebanyak itu sudah bisa menjamin stabilitas keamanan dari serangan, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Mungkin yang dibutuhkan saat ini adalah mereformasi tubuh polri karena terbukti mereka masih lengah terhadap serangan serangan seperti ini dan tidak pernah bisa belajar dari serangan serangan sebelumnya, " pungkasnya.  

Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved