Bom di Gereja Makassar

Pasca Bom Bunuh Diri di Makassar, Polres Polman Jaga Ketat Gereja

Polres Polman, Sulawesi Barat memperketat pengamanan disejumlah gereja diwilayah hukumnya.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Sudirman
Ist
Kapolres Polman AKBP Ardi Sutriono (tengah) 

TRIBUN - TIMUR. COM, POLMAN -- Polres Polman, Sulawesi Barat memperketat pengamanan disejumlah gereja diwilayah hukumnya.

Pengamanan ini pasca insiden ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jl Kajolalido, Makassar, Minggu (28/3/2021)

Ledakan yang terjadi  setelah ibadah Misa Palma, sekira pukul 10.00 WITA.

"Untuk sementara kita turunkan 50 orang pengamanan, " kata Kepala Kepolisian Resor Polewali Mandar,
AKBP Ardi Sutriono kepada tribun.

Selain pengamanan, Polres Polewali Mandar juga meningkatkan patroli pengawasan.

Atas insiden yang terjadi di Makassar, perwira dua bunga ini mengimbau kepada masyarakat Polewali Mandar tetap tenang.

Ardi Sutriono meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan info info yang beredar di media sosial yang belum tentu kebenarannya.

Sebelumnya Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam mengungkapkan, ada 9 masyarakat yang mengalami luka-luka akibat bom bunuh diri yang terjadi Gereja Katedral, Jl Kajolalido.

Sembilan masyarakat tersebut terdiri dari petugas gereja dan jemaat.

"Saat ini kita sedang menjaga parimeter dan penanganan TKP, sementara data awal yang kita sampaikan 1 korban yang dipastikan sebagai pelaku bom bunuh diri tersebut," ungkap Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam. 

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved