Breaking News:

Banjir di Luwu

Penyebab Banjir di Luwu yang Rendam 700 Rumah, Daftar Desa dan Kelurahan Terendam

Sebanyak 5 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan ( Sulsel ), terendam banjir, Sabtu (27/3/2021) hari ini.

Editor: Edi Sumardi
FACEBOOK.COM/INFO KOTA BELOPA
Banjir yang melanda 5 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan ( Sulsel ), Sabtu (27/3/2021) hari ini. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sebanyak 5 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan ( Sulsel ), terendam banjir, Sabtu (27/3/2021) hari ini.

Banjir di Bua, Luwu dipicu hujan deras yang mengguyur sejak, Jumat (26/03/2021) petang, lalu membuat Sungai Bua meluap dan merendam ratusan rumah di 5 desa dan 1 kelurahan.

Selain merendam permukiman warga, banjir juga merendam fasilitas umum sepert pasar tradisional, kantor desa dan sekolah dengan ketinggian air bervariasi dari 50 sentimeter hingga 1 meter.

Camat Bua, Sakti Latif mengatakan, banjir mulai terjadi pukul 19.30 Wita dan terus meluas hingga ke beberapa tempat yang terendam yakni Desa Barowa, Desa Pabbaresseng, Desa Tanarigella, Desa Tiromanda, Desa Padang Kalua dan Kelurahan Sakti.

“Paling parah di Desa Pabbaresseng dan Desa Barowa karena 2 desa ini bertepatan saat air laut sedang pasang, sementara Desa Tanarigella dan Kelurahan Sakti sebagian mengalami titik parah,” kata Sakti, saat dikonfirmasi di lokasi.

Menurut Sakti dari sejumlah desa/kelurahan yang terendam, jumlah rumah warga yang terdampak banjir untuk sementara mencapai 700 rumah.

“Upaya yang kami lakukan mengarahkan warga untuk waspada dan mengupayakan anak-anak agar menghindari arus banjir terutama warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai, memindahkan barang ke tempat tinggi agar tidak terendam,” ucap Sakti.

Sakti menuturkan, tingkat pendangkalan Sungai Bua saat ini tidak signifikan.

Hanya saja, masih kurang tanggul penahan air dan kondisi alam pegunungan yang mengalami degradasi hutan.

“Masih banyak titik yang belum ditanggul sehingga pada saat banjir air dengan mudah meluap, selain itu kondisi di hulu sudah kurang area berhutan sehingga memicu terjadinya banjir,” ujar Sakti.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved