Breaking News:

Banjir di Luwu

Derita Warga Bua Luwu Usai Banjir, Jembatan Hancur hingga Ternak Sapi Hanyut

Meski tak ada korban jiwa, namun banjir di Kecamatan Bua Kabupaten Luwu menelan banyak kerugian material. Banjir melanda 700an rumah dari enam desa d

Penulis: Arwin Ahmad | Editor: Rasni
Tribun Timur
Imrana pemilik ternak sapi hanyut akibat banjir di Desa Posi, Kecamatan Bua Luwu. Banjir di Bua Kabupaten Luwu, satu jembatan rubuh di Desa Posi dan hanyutkan ternak sapi milik warga di Desa Posi 

TRIBUNLUWU.COM, BUA - Meski tak ada korban jiwa, namun banjir di Kecamatan Bua Kabupaten Luwu mengalami kerugian material.

Banjir melanda 700an rumah dari enam desa dan satu kelurahan.

Enam desa dan satu kelurahan yang sempat terendam yakni Desa Posi, Desa Tiromanda, Desa Tanrigalla, Desa Baroang, Desa Pabarassang, Desa Padang Kalua dan Kelurahan Sakti.

Salah satu desa terdampak, yakni Desa Posi salah satu desa di wilayah gunung Kecamatan Bua.

Banjir mengakibatkan satu jembatan penghubung di Desa Posi rubuh.

Salah satu warga yang ditemui di lokasi, Imrana, mengaku dua ekor ternak sapinya hanyut terbawa arus Sungai Malutu di Desa Posi yang tiba-tiba meluap.

"Pas mau menyeberang itu sapi, jembatan rubuh jadi terjepit di jembatan terus hanyut," kata dia ditemui di lokasi.

Atas kejadian itu, Imrana mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Menurut dia, banjir besar di desa tersebut baru kali ini terjadi.

"Barusan terjadi banjir besar begini, hujan deras ditambah petir, langsung tiba-tiba air besar," ungkapnya.

Dari pantauan Tribun, banjir di enam desa di Kecamatan Bua sudah surut. Hingga saat ini warga masih melakukan pembersihan di rumah masing-masing.

Hingga kini, BPBD Luwu masih melakukan asesmen terkait sarana-sarana publik yang mengalami kerusakan. 

Pemkab Luwu juga melakukan distribusi air bersih ke rumah-rumah warga yang terdampak banjir

Laporan Wartawan Tribun Palopo Arwin Ahmad.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved