Breaking News:

Gantung Diri di Awangpone

Ikayani Gadis Alumnus Paskibra Bone Meninggal Gantung Diri, Begini Sikapnya Tiga Bulan Terakhir

Update kasus Gantung Diri di Awangpone, Ikayani alumnus Paskibra Bone Ikayani meninggal dunia karena bunuh diri. Tiga bulan depresi dan sakit kepala.

Kolase Tribun Timur/ Sakinah Sudin
Keluarga Ikayani (kanan) Keluarga Ikayani memberi keterangan kepada Tim Inafis saat melakukan olah TKP di Desa Paccing, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (23/3/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, WATAMPONE - Ikayani Gadis Alumnus Paskibra Bone, ternyata sudah tiga bulan alami depresi sebelum akhirnya ditemukan meninggal bunuh diri.

Berikut selengkapnya!

Duka mendalam masih dirasakan keluarga Ikayani di Awangpone, Kabupaten Bone hingga Kamis (25/3/2021).

Tak satu pun anggota keluarga memprediksi, Ikayani yang dikenal periang tiba-tiba meninggal dunia dengan cara tragis, gantung diri.

Kejadian ini menjadi perhatian.

Apalagi almarhumah juga dikenal gaul dan mudah bergaul.

Baca juga: Lowongan Kerja Terbaru BUMN PT Pertamina Terima Karyawan Baru Maret 2021, Cek Syarat dan Cara Daftar

Baca juga: Fakta-fakta Sopir Mobil Mewah Tabrak 1 Keluarga di Kelapa Gading, Bukti Lengkap Pelaku Usia 21 Tahun

Baca juga: Ashanty Nangis Kenang 11 Tahun Hidup Bareng Aurel Hermansyah, Mulai Cinta Monyet SMA Dibahas

Dirangkum tribun-timur.com, berikut fakta-fakta Ikayani, warga Desa Paccing, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditemukan tewas tergantung.

1. Pertama Kali Ditemukan oleh Ibu

Ibunya bernama Idawati yang menemukan pertama kali sekira Selasa (23/3/2021) pukul 18.00 Wita .

Ikayani baru setahun lulus dari sekolah menengah atas (SMA). Saat ini dia melanjutkan pendidikan di sekolah kapal pesiar Queen Institute Makassar.

Halaman
1234
Editor: Sakinah Sudin
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved