Breaking News:

Tribun Jeneponto

Dua Warga Jeneponto Lolos Hukuman Mati di Malaysia, Sempat Divonis Hukuman Gantung, ini Kasusnya

Dua WNI asal Kabupaten Gowa, yakni Herna Mola dan Soha Beta, sebelumnya telah divonis hukuman gantung oleh Mahkamah Rayuan atas tuduhan pembunuhan.

net
Ilustrasi hukuman mati 

TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO - Dua warga asal Sulawesi Selatan yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI), bebas dari hukuman mati di Malaysia.

Kabar itu dilansir dari laman Kemlu.go.id Kuching Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), di Kuching, Sarawak, Malaysia.

Dua WNI asal Kabupaten Gowa, yakni Herna Mola dan Soha Beta, sebelumnya telah divonis hukuman gantung oleh Mahkamah Rayuan atas tuduhan pembunuhan pada 21 Oktober 2019.

KJRI Kuching segera ajukan banding kepada Mahkamah Federal dan pada 14 Februari 2021.

Dengan didampingi pembela dari KJRI Kuching, kedua WNI/PMI tersebut dalam persidangan Mahkamah Federal dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan murni, serta segera dideportasi ke Indonesia.

Sebelumnya, kedua WNI/PMI tersebut bekerja di salah satu ladang Sawit di Kota Miri, Sarawak.

Baca juga: Kisah Kadir, dari KDRT, Napi Rutan Makassar Hingga jadi Aktifis Pramuka

Baca juga: Hidayatullah-BMH Sulawesi Selatan Target Luncurkan 50 Program Rumah Quran

Pada 26 November 2013, mereka ditangkap polisi Miri dengan tuduhan melakukan pembunuhan atas bayi yang baru dilahirkan oleh Soha Beta.

Di persidangan Mahkamah Tinggi Miri pada 24 November 2016, mereka dituntut hukuman penjara karena tidak terbukti melakukan pembunuhan, namun dituduh terbukti menyembunyikan kematian.

Atas putusan vonis tersebut, DPP (Deputy Public Prosecutor) mengajukan banding ke Mahkamah Rayuan dan oleh Mahkamah Rayuan pada sidang tanggal 21 Oktober 2019, mereka berdua dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan dan divonis hukuman mati dengan cara digantung.

KJRI Kuching yang selama persidangan selalu berikan bantuan hukum dan pendampingan melalui pengacara yang ditunjuk KJRI Kuching, mengajukan banding ke Mahkamah Federal atas hukuman mati kedua WNI/PMI tersebut.

Baca juga: PSM vs Bhayangkara Solo FC, Evan Dimas Enggan Remehkan Skuat Lokal Juku Eja

Baca juga: Bupati Luwu Rapat TPAKD Dukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional

Pada persidangan mereka di Mahkamah Federal tanggal 24 Februari 2021, Mahkamah Federal memutuskan mereka tidak bersalah dan dibebaskan murni serta diserahkan ke Depo Imigrasi Bekenu, Sarawak untuk segera dideportasi ke Indonesia.

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulawesi Selatan, Dodi Karnida saat dikonfirmasi, Kamis (25/3/2021) malam mengatakan, menurut informasi pejabat Imigrasi Kemenkumham Sulsel dari Entikong, keduanya asal Jeneponto.

Tepatnya Dusun Bontoramba Desa Bontoramba, Kecamatan Datara, Kabupaten Jeneponto.

"Kedua WNI tersebut telah diberikan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) untuk dokumen perjalanan dalam kegiatan pendeportasian melalui jalan darat ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong," ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun Tribun, keduanya masih berada di di Entikong, Kalimantan Barat untuk karantina selama lima hari. 

Editor: Fahrizal Syam
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved