Breaking News:

Tribun Mamuju

Korupsi Pengadaan Sejuta Bibit Kopi di Mamasa, Tersangka dan Barang Bukti Diserahkan ke JPU

Selanjutnya, diteruskan kepada Kejari Mamasa yang diterima langsung Kasi Pidsus, Akbar, untuk proses penuntutan di persidangan.

Penulis: Nurhadi | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/NURHADI
Penyerahan tersangka dan barang bukti pengadaan sejuta bibit kopi Mamasa oleh penyidik Pidsus Kejati Sulbar kepada JPU untuk proses penuntutan di persidangan. Penyerahan berlangsung di tenda darurat kantor Kejati Sulbar, Selasa (23/3/2021) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat (Sulbar) serahkan tersangka dan barang bukti korupsi pengadaan sejuta bibit kopi di Mamasa, Ir Donatus Marru, kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sulbar, Selasa (25/3/2021) pukul 14.30 Wita.

Penyerahan tersangka dan barang bukti disaksikan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus), Feri Mufahir, di tenda darurat kantor Kejati Sulbar Jl RE Marthadina, Kelurahan Simboro, Mamuju.

Selanjutnya, diteruskan kepada Kejari Mamasa yang diterima langsung Kasi Pidsus, Akbar, untuk proses penuntutan di persidangan.

Sementara, Donatus Marru didampingi oleh penasehat hukumnya Ely Sambominanga dan Samuel.

Aspidsus Kejati Sulbar Feri Mufahir, tersangka selanjutnya akan menjalani status penahanan kota selama 20 ke depan terhitung sejak tanggal 23 Maret 2021 sampai dengan tanggal 11 April 2021, dengan beberapa pertimbangan terdakwa sakit dan masih memerlukan perawatan.

"Sebagaimana surat keterangan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) terdakwa menderita sakit, pertimbangan kedua kerugian negara sudah dipulihkan 100 saat masih dalam tahap penyidikan,"jelasnya.

Tindak pidana korupsi tersebut terjadi pada tahun 2015, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Holtikultura, Kabupaten Mamasa, Sulbar, melaksanakan pengadaan Bibit Kopi dengan nilai kontrak sebesar Rp. 8.985.000.000,- (delapan Milyar sembilan ratus delapan puluh lima juta rupiah).

Adapun item pekerjaan berupa Pengadaan Bibit Kopi sebanyak 1.000.000 (satu juta) batang jenis Kopi Arabika dan Robusta. 

Dalam pelaksanaan kegiatan, terdakwalah yang mengurus segala sesuatunya mewakili PT. Supin Raya, namun pada akhir pelaksanaan pekerjaan meskipun Pengadaan Bibit Kopi Kegiatan Perluasan Tanaman Kopi sebanyak 1.000.000,- (satu juta) belum didsitribusikan seluruhnya kepada Petani, melakukan rekayasa sehingga dapat dilakukan adendum untuk untuk menutupi kesalahannya.

"Terdakwa meminta kepada Murnianto selaku PPK agar dilakukan addendum, sehingga pembayaran tetap dalam dilakukan 100 persen kepada PT. Supin Raya, akibatnya negara dirugikan sebesar Rp 1,166 miliar berdasarkan perhitungan BPKP,"ungkap Mufahir.

Perbuatan terdakwa, melanggar Pasal  2 ayat (1) Sub Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Diketahui, Murnianto sendiri juga ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut pada tahun 2020 lalu, namun diproses hukum secara terpisah.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved