Breaking News:

Tribun Polman

Gubernur Sulbar Resmikan Agro Wisata Kappung Ihing di Bulo Polman, Ada Tanaman Durian hingga Apel

Gubenur Sulbar, Ali Baal Masdar meresmikan Agro Wisata Kappung Ihing, Desa Ihing, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polman, Rabu (24/3/2021).

TRIBUN-TIMUR.COM/NURHADI
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar didampingi Kadis Dikpora Polman saat meresmikan Agro Wisata Kappung Ihing di Kecamatan Bulo, Polman 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Gubenur Sulbar, Ali Baal Masdar meresmikan Agro Wisata Kappung Ihing, Desa Ihing, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polman, Rabu (24/3/2021).

Peresmian turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Polman, Hj Andi Nursami Masdar dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulbar.

"Wisata agro ini perlu diapresiasi tinggi,  maka dari itu saya ingin kita semua bisa membangun tanpa merusak apa yang ada. Mari kita jaga lingkungan alam kita,"ujar Ali Baal Masdar.

Pemerintah provinsi akan terus memberikan dukungan terhadap pembangunan objek wisata agro yang ada dibeberapa daerah melalui pembangunan akses jalan menuju wisata.

"Ini merupakan salah satu bentuk keberhasilan pemerintah daerah, tentunya atas bantuan dari pemerintah pusat sehingga program kerja pemerintah daerah dapat berjalan sebagaimana diharapkan,"katanya.

Kedepan, lanjut Ali Baal, akan menggenjot pengelolaan wisata agro di daerah Kecamatan Bulo, seperti wisata air terjun,  objek wisata negeri di atas awan  yang mulai dikenal dikalangan masyarakat banyak.

"Objek wisata negeri di atas awan yang ada di Polman dinilai lebih besar dari pada objek wisata lain,"ucapnya.

Kepala Disdikbud, Andi Nursami menyampaikan, di wisata agro kappung ihing terdapat beraneka macam tumbuhan.

Mulai dari durian, kopi,  jahe, jambu dan apel dan saat ini pemda bersama masyarakat mencoba menanam anggur yang diharapkan dapat berkembang.

"Insyaallah kita sama-sama akan mengembangkan wisata bulo ini,"tuturnya 

Kepala Desa Ihing,  Jalaluddin Syam mengatakan, Wisata Agro Ihing sebelumnya hanya sebuah wisata biasa saja.

Namun atas berbagai masukan dan saran dari para pengunjung, maka wisata tersebut dikembangkan menjadi wisata buah dan kedepan akan dipadukan wisata alam dengan luas lahan mencapai 15 hektar.

"Kita mengalami beberapa kendala seperti pendanaan terhadap pengelolaan wisata tersebut. Sehingga kami mengharapkan sentuhan dari pemerintah, karena sebenarnya kami selaku petani sudah berinovasi untuk mengembangkan wilayah, namun tinggal bagaimana pemerintah dapat menanggapi inovasi dan kreasi yang telah ada,"harapnya.(tribun-timur.com).

Penulis: Nurhadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved