Breaking News:

Tribun Mamuju

Tega Aniaya Istri yang Masih Berusia 15 Tahun, Warga Mamuju Diciduk Polisi

Polresta Mamuju menangkap NS (20) karena melakukan penganiayaan terhadap istrinya FD (15) hingga babak belur.

Kompas.com/ERICSSEN
Ilustrasi penganiayaan (Kompas.com/ERICSSEN) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Polresta Mamuju menangkap NS (20) karena melakukan penganiayaan terhadap istrinya FD (15) hingga babak belur.

Keduanya telah melangsungkan pernikahan walaupun masih di bawah umur.

NS tega menganiaya istrinya saat dalam keadaan mabuk karena minum ballo.

Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Iskandar mengungkapkan, NS menganiaya istrinya karena curiga selingkuh dengan pria lain.

"NS menemukan chat di akun fecebook milik FD dengan orang yang tidak dikenal,"kata Iskandar, Senin (22/3/2021).

Setelah melihat chat tersebut, NS langsung melakukan penganiayaan terhadap istrinya.

Penganiayaan dilakukan sebanyak tiga kali. Awalnya di Tampa Padang, Kecamatan Kalukku. Pelaku menyiku korban kemudian diajak pulang ke Mamuju.

"Di tengah perjalanan tepatnya di Dusun Ampallas, Kecamatan Kalukku, pelaku berhenti dipinggir jalan kemudian langsung menarik rambut, menginjak dada dan menendang korban,"tutur Iskandar.

Tak puas dengan kelakuannya di jalan, pelaku kembali menganiaya korban di kamar kontrakannya di BTN Ampi dengan cara mendorong korban hingga terjatuh, menampar wajah berkali-kali, mencubit lengan dan sadisnya lagi menendang perut korban. 

"Korban sudah merasa tidak terima dengan perlakuan suaminya, akhirnya menyampaikan kejadian tersebut kepada ibunya dan ibunya kemudian melapor ke SPKT Polresta Mamuju,"katanya.

Kata Iskandar, usai menerima laporan dari orangtua korban, pihaknya langsung  perintahkan Team Python untuk menangkap pelaku.

"Korban ditangkap di kontrakannya, dia cemburu buta ditambah lagi dibawah pengaruh minuman keras sehigga amarahnya dilampiaskan secara sadis," tuturnya. 

Atas tindakannya tersebut, pelaku telah diamankan di Mapolresta Mamuju dan dijerat dengan pasal 351 KUHP dan pasal 1 angka 65 atas perubahan pasal 80 ayat (1) UU No. 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Pelaku diancam hukum pidana dengan kurangan lebih dari 5 tahun penjara,"jelasnya.(tribun-timur.com).

Penulis: Nurhadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved