Breaking News:

All England 2021

Federasi Bulutangkis Dunia BWF Kirim Surat Permintaan Maaf, Menpora: Ini Jadi Pelajaran Berharga

Presiden BWF Poul Erik Hoyer Larsen mengirimkan permintaan maaf kepada pemerintah dan Tim indonesia atas situasi di All England 2021

BADMINTON INDONESIA
Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, bersalaman dengan Aaron Chia/Sooh Woi Yik (Malaysia) pada perempat final All England Open 2020 di Arena Birmingham, Inggris, Jumat (13/3/2020). 

Federasi Bulutangkis Dunia BWF Kirim Surat Permintaan Maaf, Menpora: Ini Jadi Pelajaran Berharga

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Presiden Badminton World Federation (BWF) Poul Erik Hoyer Larsen akhirnya mengirimkan surat permintaan maaf kepada pemerintah dan Tim Bulutangkis Indonesia atas situasi di All England 2021 lalu.

Hal itu disampaikan langsung oleh Menpora Zainudin Amali pada konferensi pers penjemputan tim bulutangkis Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang, Banten, Senin (22/3/2021) malam ini.   

Menpora menyampaikan Presiden BWF juga telah meminta maaf kepada bangsa Indonesia, Presiden, timnas bulutangkis tanah air dan stakeholder bulutangkis Indonesia.

"Surat permohonan maaf itu ditujukan kepada saya sebagai Menpora. Pada intinya BWF merasakan apa yang dialami oleh timnas bulutangkis kita. Sakit hati dan frustasi," ujar Menpora Amali dikutip dari rilis yang diterima.

Menpora Zainuddin Amali
Menpora Zainuddin Amali (TRIBUNNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Menpora melanjutkan, Presiden BWF juga menyinggung bahwa ketika masih menjadi pemain bulutangkis, ia merasakan kehangatan yang mendalam dengan para pemain bulutangkis Indonesia di masanya.

"BWF menyadari dan menyampaikan bahwa situasinya saat ini pandemi Covid-19 maka kedepan harus bisa lebih baik untuk menyiapkan diri dan kejadian di All England ini menjadi pelajaran berharga dan berharap tidak terulang kembali," ujarnya.

"Ini adalah hasil kerjasama antara pemerintah dan federasi (PP PBSI), NOC Indonesia dan dukungan semua masyarakat dan para stakeholder bulutangkis Indonesia. Ini sebagai contoh jika kita kompak dan bersatu pasti akan mendapat tanggapan serius dari pihak yang kita tuju," kata Menpora Amali.

Pebulu tangkis Indonesia, Kevin Sanjaya, ikut berkomentar terkait tim Indonesia dikeluarkan dari All England 2021.
Pebulu tangkis Indonesia, Kevin Sanjaya, ikut berkomentar terkait tim Indonesia dikeluarkan dari All England 2021. (Instagram @kevin_sanjaya)

Menurut Menpora Amali, bulutangkis adalah cabor unggulan yang disiapkan dalam desain besar olahraga nasional bahkan posisi bulutangkis di urutan pertama dari 14 cabor unggulan lainnya.

"Oleh karena itu pemerintah sangat berkepentingan dan Presiden berpesan agar masalah di All England diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Tim tidak boleh terlantar," pesan Presiden seperti yang disampaikan Menpora Amali.

"Kami berterima kasih kepada semua pihak, Ibu Menlu, Dubes RI di London dan semua pihak yang sudah bahu-membahu yang sudah melaksanakan tugas. Karena ini menyangkaut wibawa dan harga diri kita sebagai bangsa dan sebagai negara besar untuk untuk bulutangkis," tambahnya.

"Terimakaih kepada teman-teman media yang telah luar biasa mendukung upaya pemerintah dan PBSI untuk segera menyelesaikan persoalan yang dialami oleh timnas bulutangkis kita. Ini akan kita jadikan contoh kekompakan, kebersamaan dan soliditas kita saat menghadapi persoalan tentu dlm bimbingan Bapak Presiden Joko Widodo," tutup Menpora. (*)

Editor: Ilham Mulyawan Indra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved