Breaking News:

Tribun Bantaeng

Soal Penurunan Jabatan dr Sultan Jadi Wadir RSUD Bantaeng, Begini Penjelasan Kepala BKPSDM

dr Sultan mengalami penurunan jabatan dari Direktur menjadi Wakil Direktur (Wadir) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anwar Makkatutu Bantaeng.

TRIBUN-TIMUR.COM/ACHMAD NASUTION
Kepala BKPSDM Bantaeng, Muslimin Maharang 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - dr Sultan kini menjadi perbincangan sejumlah kalangan di Kabupaten Bantaeng.

Pasalnya, dr Sultan kini mengalami penurunan jabatan dari Direktur menjadi Wakil Direktur (Wadir) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anwar Makkatutu Bantaeng.

Mutasi yang dilakukan Bupati Bantaeng, Ilham Azikin bersama 21 pejabat lainnya digelar di ruang pola Kantor Bupati Bantaeng, pada Senin, (15/03/2021).

Dalam live online on the spot TribunTimur.com, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bantaeng, Muslimin menjelaskan, RSUD Bantaeng naik status dari tipe C menjadi tipe B, sehingga harus  dijabat eselon II.

Sementara dr Sultan masih eselon III sehingga sekan turun jabatan dari Direktur menjadi Wadir. Jabatannya saat ini sudah sesuai dengan pangkatnya.

"Persoalan direktur rumah sakit ketika RSUD masih berstatus tipe C, itu dijabat hanya eselon III. Sekarang naik kelas menjadi tipe B. Artinya pejabat Direktur itu adalah pejabat tinggi Pratama," kata Muslimin, Kamis (18/3/2021).

Kata dia, untuk menduduki jabatan sebagai Direktur RSUD Bantaeng harus melalui prosedur dengan mengikuti proses seleksi terbuka yang bakal dilakukan nantinya.

Olehnya itu, melalui proses itu dr Sultan atau siapapun yang memenuhi syarat bisa menduduki Direktur RSUD Bantaeng.

"Eselon II atau pejabat tinggi pratama harus melewati namanya seleksi terbuka jadi untuk sementara dr sultan Ini seakan-akan kita turunkan jabatan tapi sebenarnya itu tidak," ujarnya.

Dijelaskan, syarat yang harus dipenuhi untuk mengikuti proses seleksi utamanya harus seorang dokter.

Kemudian, umur belum sampai 56 tahun. Selanjutnya, pernah menduduki jabatan eselon IIIA minimal tiga tahun atau eselon IIIB minimal dua tahun.

Serta pernah mengikuti Diklat pimpinan minimal Pelatihan Kepemimpinan III.

"Jadi yang bisa mengikuti seleksi terbuka nanti pertama, umur belum sampai 56 tahun. Kedua pernah mengikuti atau menduduki jabatan eselon IIA minimal tiga tahun atau eselon IIIB minimal dua tahun dan pernah mengikuti diklat pimpinan minimal latpim III," jelasnya.

Laporan wartawan TribunBantaeng.com, Achmad Nasution

Penulis: Achmad Nasution
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved