Breaking News:

Tribun Wajo

Sudah Tiga Bulan Lebih, Aspirasi Warga Keera Masih Mengendap di DPRD Wajo

Sudah tiga bulan lebih aspirasi masyarakat Kecamatan Keera di DPRD Wajo mengendap dan tak ditindaklanjuti

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Aktivis Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB), Syaifullah. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Sudah tiga bulan lebih aspirasi masyarakat Kecamatan Keera di DPRD Wajo mengendap dan tak ditindaklanjuti.

Aktivis Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB), Syaifullah angkat bicara.

"Sebagai lembaga perwakilan rakyat, yang memperjuangkan aspirasi masyarakat, dimana peran anggota DPRD, aspirasi kami belum ditindaklanjuti," katanya, kepada Tribun Timur, Rabu (17/3/2021).

Aspirasi yang dimaksud Syaifullah yakni ketika AMIWB bersama masyarakat Keera menyampaikan aspirasi terkait kinerja dan arogansi Camat Keera, Andi Ahmad Ridha, pada 10 Desember 2020 lalu.

Saat itu, aspirasi diterima oleh anggota DPRD Wajo, Suriadi Bohari dan mengatakan akan menyampaikan aspirasi tersebut ke pimpinan untuk ditindaklanjuti.

Sayangnya, sampai saat ini belum ada tindak lanjut. Masyarakat pun kian mengeluhkan kinerja Camat Keera.

"AMIWB bersama masyarakat Keera yang hadir meminta kepada dewan untuk mencopot Camat Keera dari jabatannya karena dianggap terlalu mempersulit warganya dalam mengurus administrasi dan diduga harus selalu disertai amplop. Tapi hingga hari ini belum ada hasil dari aspirasi tersebut," katanya.

Dengan tegas, Ipul, sapaan akrab Syaifullah menyebutkan, legislator Kabupaten Wajo terkesan "lembek" dan tak responsif dengan suara rakyat.

"Kalau memang tidak ada niat sebagai penengah, ngapain jadi anggota dewan, lebih baik mundur dan menjadi rakyat biasa kemudian merasakan bagaimana sakitnya di perlakukan tidak baik oleh pak camat,"

Masih menurut Ipul, anggota dewan jangan menjadikan ajang aspirasi sebagai momentum formalitas belaka di gedung rakyat.

"Mereka yang hadir dan membawa masalahnya ke sana tentu dengan harapan bahwa dewan sebagai lembaga representatif suara rakyat dapat membantu mereka," katanya.

Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Wajo, Andi Muhammad Alauddin Palaguna menyebutkan, aspirasi tersebut telah didorong ke Komisi I, yang merupakan bidang pemerintahan, untuk ditindaklanjuti.

"Tetap DPRD rapat kerja untuk menindaklanjuti. Tergantung hasil rapat kerja Komisi I. Komisi yang buatkan rekomendasi (diberhentikan atau tidak)," katanya.

Informasi yang dihimpun, Komisi I DPRD Wajo pernah memanggil Camat Keera untuk melakukan klarifikasi terkait aspirasi masyarakat.

Sayangnya, undangan itu tidak dipenuhi oleh yang bersangkutan dan kelanjutan aspirasi tersebut belum menemui kejelasan. (*)

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved