Breaking News:

Tribun Luwu Utara

Luwu Utara Target Raih Predikat Kabupaten Layak Anak Tingkat Nindya

Rapat yang dipimpin Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur diikuti sejumlah unit kerja yang bergerak dalam pencapaian KLA.

TRIBUN TIMUR/CHALIK MAWARDI
Rapat Penguatan Gugus Tugas KLA dipimpin Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur, Kamis (18/3/2021) 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Setelah mendapat predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat madya pada tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, kini berusaha meraih predikat Nindya.

Hal ini diungkap Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Luwu Utara, Besse Andi Pabeangi pada rapat Penguatan Gugus Tugas KLA.

Guna memenuhi persyaratan non fisik KLA tahun 2021 di Ruang Rapat Wakil Bupati Luwu Utara, Jl Simpurusiang, Masamba, Kamis (18/3/2021).

Rapat yang dipimpin Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur diikuti sejumlah unit kerja yang bergerak dalam pencapaian KLA.

"2019 Luwu Utara sudah raih predikat Madya, tahun ini kita bidik Nindya," kata Besse usai rapat.

"Sebenarnya di Luwu Utara itu sudah terpenuhi semua indikator untuk menuju kabupaten layak anak, hanya saja hasil yang mereka kerjakan belum dilaporkan sehingga dokumen yang dibutuhkan dalam menginput masih kurang," tambah dia.

Besse menjelaskan, untuk memenuhi hak anak dirinya terus berupaya memenuhi enam klaster tumbuh kembang anak.

Yakni klaster kelembagaan, klaster hak sipil dan kebebasan, klaster lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, klaster kesehatan dasar dan kesejahteraan, klaster pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya serta klaster perlindungan khusus.

"Masing-masing klaster sudah ada penanggungjawabnya dan hampir semua hadir pada rapat, karena kita target Maret ini penginputan sudah harus dilakukan, jadi kita betul-betul harus kerja maksimal agar data yang dibutuhkan bisa terpenuhi sebelum jangka waktu yang telah ditetapkan," ujar Besse.

Sementara itu, Wakil Bupati Luwu Utara Suaib Mansur menegaskan, akan membenahi dan menindaklanjuti dengan serius.

Agar KLA di Luwu Utara bisa benar-benar sesuai kebutuhan anak, bukan kebutuhan orang tua.

"Sebelumnya saya sudah sampaikan kegiatan ini jangan dilakukan semata-mata hanya karena lomba, tetapi bagaimana menemukan masalah untuk kita selesaikan, jadi semua berawal dari identifikasi masalah," pinta Suaib.

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved