Breaking News:

Tribun Wajo

51 Ribu Batang Rokok Ilegal Disita dari Wajo

Operasi Gempur Rokok Ilegal itu dilakukan bersama Bagian Perekonomian Setda Wajo, Biro Perekonomian Setda Sulsel, dan Satpol PP

TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Parepare saat operasi Gempur Rokok Ilegal di Kabupaten Wajo, Kamis (18/3/2021). 

TRIBUNWAJO.COM, TANASITOLO - Sedikitnya, ada 51.000 batang rokok ilegal yang disita Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Parepare saat  operasi Gempur Rokok Ilegal di Kabupaten Wajo, Kamis (18/3/2021).

Operasi Gempur Rokok Ilegal itu dilakukan bersama Bagian Perekonomian Setda Wajo, Biro Perekonomian Setda Sulsel, dan Satpol PP di sejumlah pasar tradisional.

Di Pasar Lajokka, Kecamatan Tanasitolo, barang hasil penindakan (BHP) diamankan 6 slop, 2 bungkus rokok dan di Pasar Atapange, Kecamatan Majauleng ada 17 bungkus.

"Belasan bungkus rokok yang kita sita ini ilegal. Karena pada bungkus tidak ada pita cukai melekat," ujar Koordinator Tim Operasi Gempur Rokok Ilegal KPPBC Parepare, Andayani.

Lebih lanjut, operasi Gempur Rokok Ilegal ini bukan kali pertama dilakukan. Andayani menyebutkan, sejak 8 Maret 2021 lalu, operasi dilakukan baik di pasar tradisional maupun kawasan pertokoan.

Hasilanya, BHP yang berhasil diamankan waktu itu sebanyak 247,1 slop atau 49.420 batang rokok. Total keseluruhan 255 slop atau 51.000 batang.

Rokok-rokok yang disebut ilegal itu lantaran tak memiliki pita cukai bebas.

Kabag Perekonomian Setda Wajo, Andi Musdalifah mengatakan bahwa operasi tersebut akan rutin dilakukan untuk memberantas peredaran rokok ilegal di Kabupaten Wajo.

Menurutnya, rokok- rokok sitaan itu dibawa ke KPPBC Pare-pare untuk dilakukan pemeriksaan.

"Ada puluhan bungkus rokok yang tidak memiliki pita cukai yang disita, dan dibawa ke KPPBC Pare-pare untuk diperiksa," katanya.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved