Breaking News:

Tribun Kampus

Mentan Bahas Kebijakan Pertanian Era New Normal di FISIP Unhas

Kuliah umum juga diikuti oleh sekitar 400 peserta secara virtual melalui aplikasi zoom meeting.

fisip unhas
Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) membawakan kuliah umum di FISIP Unhas, Rabu (17/3/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kuliah umum dengan mengusung tema "Kebijakan Pertanian Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Pada Era New Normal", Rabu (17/3/2021).

Kegiatan tersebut menghadirkan Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebagai narasumber yang berlangsung di Aula Prof Syukur Abdullah, Lt. 3 FISIP Unhas

Kuliah umum juga diikuti oleh sekitar 400 peserta secara virtual melalui aplikasi zoom meeting.

Dekan FISIP Unhas Prof Armin, menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian atas kesediaan memberi kuliah umum mengenai arah kebijakan pertanian era normal baru. 

Dirinya juga mengapresiasi atas capaian Kementerian Pertanian dalam peningkatan pangan nasional, utamanya selama masa pandemi Covid-19.

"Beliau ini adalah aktor politik yang tangguh karena telah terseleksi dari bawah mulai dari lurah camat hingga posisi saat ini. Dibawah kepemimpinan beliau, terjadi peningkatan sektor pangan dimana semuanya telah memiliki pijakan dasar dengan filosofi politik yang jelas," jelas Prof Armin via rilis.

Pada kuliah umum tersebut, Syahrul menjelaskan bahwa sebagai perangkat penting dalam kehidupan, bidang pertanian perlu dikelola dengan baik dan membutuhkan sumber daya yang adaptif dan inovatif di era teknologi digital 4.0 sebagai bagian dari langkah strategis memperkuat pangan nasional.

Sektor pertanian, kata dia merupakan bidang penting yang berdampak pada pemenuhan kebutuhan pangan dan nutrisi yang mempengaruhi penurunan stunting. 

Dengan posisi strategis sebagai negara yang kaya akan potensi SDA, salah satunya pada lingkup pertanian, maka menurutnya diperlukan keterlibatan berbagai kalangan termasuk akademisi melalui riset pengembangan pertanian modern berbasis teknologi.

"Modal yang paling besar di negara ini adalah pertanian. Untuk memaksimalkan hal tersebut, yang harus dipersiapkan adalah tata kelola guna mengoptimalkan potensi ini dalam rangka peningkatan kesejahteraan, dan terpenuhinya pangan seluruh masyarakat Indonesia. Indikator keberhasilan suatu negara terlihat ketika sudah tidak ada masyarakat yang kelaparan," jelas Syahrul.

Bidang pertanian pun kata Syahrul sangat menjanjikan, untuk mendukung pemenuhan kebutuhan beras, Kementerian Pertaniam menyediakan lumbung pangan pada tingkat provinsi, kabupaten dan kota. 

Selain itu, perkembangan teknologi digital era 4.0 akan sangat membantu dalam mendukung smart farming seperti membuat green house serta pengelolan lahan dengan bisnis plant dari hulu ke hilir. 

Kuliah umum ini juga dihadiri langsung oleh Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu.

Penulis: Rudi Salam
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved