Breaking News:

Tribun Mamuju

Ketua DPC Demokrat se-Sulbar Datangi Kantor Notaris di Mamuju

kedatangan mereka itu masih rangkaian penolakan hasil KLB Demokrat di Sumut yang menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum.

TRIBUN TIMUR/NURHADI
Para ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat, di Sulawesi Barat, mendatangi kantor notaris di Mamuju. Kedatangan para ketua DPC partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kantor notaris itu, didampingi kuasa hukum DPD Partai Demokrat Sulbar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Para ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat, di Sulawesi Barat, mendatangi kantor notaris di Mamuju.

Kedatangan para ketua DPC partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kantor notaris itu, didampingi kuasa hukum DPD Partai Demokrat Sulbar.

Para ketua DPC Partai Demokrat yang hadir diantaranya, Ketua DPC Mamuju, Suraidah Suhardi, Ketua DPC Mamuju Tengah, Arsal Aras, Ketua DPC Pasangkayu, Musawir Azis Isham.

Kemudian Ketua DPC Majene, Kalma Katta, dan Ketua DPC Polewali Mandar, Samsul Samad. Sementara Ketua DPC Mamasa tidak hadir karena masih di Jakarta.

Ketua DPC Mamuju, Suraidah Suhardi, mengatakan, kedatangan mereka itu masih rangkaian penolakan hasil KLB Demokrat di Sumut yang menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum.

"Kedatangan kami di notaris untuk meningkatkan dukungan terhadap mas Ketum AHY yang sah, yang di mana hasil kongres kelima Partai Demokrat dibuktikan dengan akta notaris,"kata Suraidah, kepada Tribun-Timur.com, Selasa (16/3/2021).

Kata dia, ketika ada oknum yang mengatasnamakan DPC Demokrat dari Sulbar di KLB Deli Serdang akan kita tuntut secara hukum.

"Kita dengan tegas menolak hasil KLB di Deli Serdang yang merupakan KLB ilegal,"tutur ketua DPRD Sulbar itu.

Ketua DPC Pasangkayu, Musawir Azis Isham, menyebut KLB Deli Serdang adalah gerakan ilegal sebab tidak memenuhi syarat yang diatur oleh AD/ART Partai Demokrat berdasarkan hasil kongres tahun 2020.

"Dikatakan, KLB bisa dilaksanakan kalau disetujui oleh 2/3 DPD, dan 1/2 DPC serta mahkamah partai,"jelasnya.

Ketua DPC Mamuju Tengah, Arsal Aras, berharap pemerintah tidak melegitimasi atau mengakui KLB Demokrat di Deli Serdang.

Arsal menilai hal itu akan menjadi contoh buruk demokrasi di Indonesia.

"Apa yang dilakukan hari ini adalah salah satu komitmen bersama bagaimana dukungan bersama terhadap Ketum AHY yang memang secara legal menang di kongres kelima," kata Arsal Aras.

Notaris pembuat akte, Septian Sani Dwi Putra Husain, mengatakan substansi kedatangan Ketua DPC Demokrat se-Sulbar untuk menyatakan secara tegas, baik dalam bentuk akta di bawah tangan yang dilegalisasi oleh notaris maupun dengan akta notaris.

"Yang intinya mereka menyatakan kesetiaannya terhadap hasil kongres V Partai Demokrat yang diadakan di Jakarta sekaligus mengakui ketua umum yang sah bapak Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)," tutur Septian.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved