Breaking News:

Pekerja Migran Indonesia

Kebijakan Baru Raja Salman untuk Pekerja Migran Angin Patut Disyukuri, Rp600 Triliun bisa untuk NKRI

Raja Salman mengeluarkan kebijakan baru terkait 10 juta pekerja migran di Arab Saudi dengan pola kebebasan menentukan majikan atau tempat kerja

Editor: AS Kambie
dok.tribun
Abdul Rauf Tera, Ketua Umum DPP KAPTEN Indonesia 

Citizen Analisis: Kebijakan Baru Arab Saudi untuk Pekerja Migran Angin Segar Bagi Indonesia, Rp600 Triliun bisa untuk NKRI

Oleh
Abdul Rauf Tera
Ketua Umum Kapten Indonesia

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komunitas Penyedia Tenaga Kerja Internasional ( KAPTEN ) Indonesia sangat bersyukur mencermati rilis yang beredar terkait kebijakan baru Raja Salman dalam pekerja migran.

Selaku pemangku kekuasaan di Tanah Haramain, Raja Salman mengeluarkan kebijakan baru terkait potensi 10 juta pekerja migran di Arab Saudi dengan pola kebebasan menentukan majikan atau tempat kerja setelah stay di Arab Saudi.

Baca juga: Bukan Kapten Amerika, Kapten Indonesia Berjuang untuk Buruh Migran, Ini 9 Maklumat Kapten Indonesia

Baca juga: TGUPP Sulsel Dorong Percepatan Operasi Layanan Terpadu Satu Atap untuk Pekerja Migran

Baca juga: Pekerja Migran Perempuan

Disebutkan, para pekerja migran di Arab Saudi juga diberi kekebasan bekerja dengan memilih pindah ke tempat lain.

Hanya saja tetap perlu difahami sistem Hafala yang kongkret di Arab Saudi.

Ketua Umum Kapten Indonesia Abdul Rauf Tera (baju putih) bersama jajaran pengurus Kapten Sulsel usai melantik pengurus DPW Kapten Sulsel di Makassar, Selasa (28/7/2020) siang.
Ketua Umum Kapten Indonesia Abdul Rauf Tera (baju putih) bersama jajaran pengurus Kapten Sulsel usai melantik pengurus DPW Kapten Sulsel di Makassar, Selasa (28/7/2020) siang. (dok.tribun)

Konteks kebebasan memilih tempat kerja bahkan sampai diberi ruang untuk menjadi warga negara atau muqimin di sekitar Haramain dibuka lebar untuk pekerja migran.

Tentu ada syarat dan ketentuan negara Arab Saudi dan asal negara pekerja migran tersebut.

Komunitas Penyedia Tenaga Kerja Internasional ( KAPTEN ) Indonesia mengapresiasi kebijakan tersebut sekaligus menyambut baik.

Indonesia yang punya pekerja migran cukup banyak. Sebelum terjadi moratorium di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, SBY, sekitar 5 jutaan WNI menjadi pekerja migran di Arab Saudi.

Angka 5 juta itu tentu bukan jumlah sedikit, maka pemerintah Indonesia perlu membuat aturan yang memudahkan warganya untuk bekerja di arab Saudi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved