Breaking News:

Tribun Bone

1 Peserta Meninggal Usai Ikuti Diksar, Ini Tanggapan Pembina Mapala IAIN Watampone

Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Watampone, Irsan (19) meninggal dunia usai Ikuti Diksar

TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI ANWAR
Suasana saat jenazah Irsan akan dikebumikan, Senin (1532021). Irsan, mahasiswa yang meninggal Usai Ikuti Diksar Mapala IAIN Watampone 

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG BARAT - Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Watampone, Irsan (19) meninggal dunia pada Senin (15/3/2021) siang.

Warga yang tinggal di Lingkungan Rompae, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur 
diduga mengalami tindak kekerasan setelah mengikuti pendidikan dasar (Diksar) mahasiswa pecinta alam (Mapala) tingkat kampus beberapa hari lalu.

Dari penuturan saudara korban,  Irmawati, korban pulang ke rumah dalam kondisi lemas. Ditemukan banyak luka di tubuhnya.

"Memar dan lebam. Bengkak badannya. Kuku ibu kakinya juga terkelupas," katanya Senin (15/3/2021).

Selama beberapa hari terakhir, kata Irmawati, Irsan hanya bisa terbaring. Kondisi tubuhnya menurun. 

Pembina Mapala Mappesompae, Sylviah mengutarakan dua hari sebelum para peserta Diksar pulang, ia sempat menemui mereka di lokasi camp di Bacu pada Rabu-Kamis (10-11/3/2021).

Dia sempat memeriksa fisik semua peserta yang berjumlah 7 orang. Tak ada luka fisik yang dia temukan.

"Saya sempat periksa fisik semua peserta , bahkan saya sengaja minta baju dibuka dan celana digulung sampai paha supaya bisa lihat keadaan mereka," katanya Selasa (16/3/2021).

"Alhamdulillah tidak terdapat luka lebam pada punggung, perut dan betis. Cuma ada yang sempat luka di bagian wajah, tapi pengakuannya pada hari itu tersangkut kayu," tambahnya.

Jika dikaitkan dengan Diksar, Syilviah menyampaikan selama berada di lapangan dia tidak menemukan adanya tindak kekerasan secara fisik kepada peserta.

"Selama di lokasi tidak ada tindak kekerasan secara fisik pada peserta saya saksikan," ujarnya.

Bahkan, ungkap dia, saat malam penjemputan kondisi almarhum Irsan dalam kondisi sehat sama dengan peserta lainnya. Tidak ada keluhan apapun.

Makanya, ketika mendapatkan kabar bahwa Irsan meninggal dunia, ia sangat kaget dan merasa kehilangan.

"Sampai malam Sabtu, almarhum tidak pernah punya keluhan sedikit pun. Dapat kabar bahwa Irsan meninggal dunia, kami kaget dan merasa kehilangan. Kami dari pihak kampus mengucapkan turut berduka cita  yang sedalam-dalamnya," ucap Sylvia.

Laporan Kontributor TribunBone.com, Kaswadi Anwar

Penulis: Kaswadi Anwar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved