Breaking News:

VIDEO: Didemo Mahasiswa, Kadis Perkebunan Mamuju: Saya Tempelengko Itu Kalau Kurang Ajar

Momen itu terjadi saat Rahim hendak memberikan penjelasan terkait tuntan mahasiswa yang menolak perkebunan kelapa sawit masuk di Kecamatan Bonehau.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Suasana audience antara mahasiswa dengan DPRD Sulbar dan pihak Dinas Perkebunan di kantor DPRD Sulawesi Barat, sejenak berubah menjadi tegang, Senin (15/3/2021).

Kadis Perkebunan Kabupaten Mamuju, Rahim Mustafa, yang turut hadir tersulut emosi karena ulah mahasiswa.

Momen itu terjadi saat Rahim hendak memberikan penjelasan terkait tuntan mahasiswa yang menolak perkebunan kelapa sawit masuk di Kecamatan Bonehau.

Namun tiba-tiba seorang mahasiswa memukul meja dengan sangat keras karena menuntut sang kadis untuk lebih terbuka.

"Kenapa dikasi sembunyi-sembunyi, kasi naik di meja itu pak supaya diliat semua,"kata mahasiswa itu sambil memukul   meja.

Rahim pun langsung emosi karena merasa tidak dihargai, akibatnya spontang mengeluarkan kata-kata kasar.

"Jangan kurang ajar, saya tempelengko itu,"tegas Rahim sambil menunjuk ke arah mahasiswa yang memukul meja saat dia memberikan penjelasan.

"Kita sudah datang disini cari solusinya, kau jangan kurang ajak, kita ini orangtua jangan seenaknya pukul meja,"sambungnya.

Dia mengatakan terkait rencana masuk perkebunan sawit di Bonehau sudah ada surat dari pemerintah desa Kinatang, Bonehau dan Salutiwo yang menyatakan menerima.

"Makanya mau dibicarakan di kabupaten dengan menghadirkan pemerintah desa. Supaya kita tahu  yang mana masyarakat setuju dan yang mana menolak,"kata dia.

Suasana yang sempat tegang langsung tenang saat Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Iskandar, yang hadir langsung melakukan pengamanan mengambil tindak.

Dia mengancam akan membukarkan audiance tersebut jika tidak dilakukan dengan cara tertib sesuai dengan undang-undang yang mengatur penyampaian pendapat di muka umum.

"Kalau mau tertib yah tertib, kalau tidak saya bubarkan, kamu baca undang-undang 98 itu, tugas kepolisian, kemudian masalah penyampaian pendapat di depan umum,"tegas Iskandar.

"Jangan selalu teriak-terian yang tidak jelas, kalau kamu tidak tertib saya bubatkan dengan pertimbangan keamanan, apalagi seperti kamu itu, kamu dengan dulu, bangun komunikasi yang baik disini,"sambung Iskandar dengan ekspresi marah.

Diketahui, puluhan masiswa mendatangi DPRD Sulbar, mereka melakukan orasi kemudian melakukan audiance, mereka menyampaikan penolakan perkebunan sawit masuk di Desa Salutiwo, Desa Bonehau dan Desa Kinatang.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved