Breaking News:

Tribun Maros

Pemkab Maros Gelar Musrenbang Khusus Perempuan, Anak dan Penyandang Disabilitas

pelaksanaan musrenbang perempuan, anak dan penyandang disabilitas ini, merupakan pertama kali dilaksanakan di kabupaten Maros.

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Imam Wahyudi
Humas Pemkab Maros
Bupati Maros Chaidir Syam saat menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang), khusus untuk perempuan, anak, dan penyandang disabilitas, di Kantor Bupati Maros, Kecamatan Turikale, Senin (15/3/2021) 

TRIBUNMAROS.COM, TURIKALE - Pemerintah Kabupaten Maros Pemkab Maros menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrembang), khusus untuk perempuan, anak, dan penyandang disabilitas, yang dibuka oleh Bupati Maros Chaidir Syam, di Kantor Bupati Maros, Kecamatan Turikale.

Dalam sambutannya, Chaidir mengatakan, pelaksanaan musrenbang perempuan, anak dan penyandang disabilitas ini, merupakan pertama kali dilaksanakan di kabupaten Maros.

Selama ini kata Chaidir, aspirasi keterwakilan perempuan disalurkan di musrenbang tingkat, desa, kecamatan dan Kabupaten. Hanya saja tidak semua keinginan mereka bisa ditampung.

"Tidak semua perempuan bisa datang di musrenbang kecamatan, dan kabupaten. Maka dari itu kita melaksanakan musrenbang khusus untuk anak, perempuan dan disabilitas," ujarnya, Senin (15/3/2021)

"Melalui musrenbang ini kita berharap lahir beberapa aspirasi dari mereka yang belum tersalurkan di musrenbang tingkat kecamatan, dan kabupaten," lanjutnya.

Dalam sambutannya Chaidir Syam menuturkan, kedepannya dia akan membuat beberapa pembangunan yang ramah dengan penyandang disabilitas.

Termasuk akan membuat lift khusus penyandang disabilitas di kantor bupati Maros.

Setelah pembukaan, peserta dari ketiga kelompok melakukan rembuk. Membuat poin-poin usulan yang selanjutnya disampaikan kepada pemerintah daerah.

"Musrenbang hari ini tentu menjadi salah satu strategi dalam pencapaian visi misi pemerintah kabupaten Maros dengan masukan dari perempuan, anak dan penyandang disabilitas, untuk kemudian mengintegrasi dan singkronisasi dengan program yang akan disusun oleh OPD," jelasnya.

Salah satu peserta musrenbang Perempuan, anak dan Penyandang Disabilitas Salma menyampaikan aspirasinya terkait pelaku usaha mandiri.

Dia merasa belum ada perhatian pemerintah terhadap pelaku usaha mandiri.

Untuk UMKM, dia menyebut bahwa perempuan yang membuat usaha akan lebih berdaya jika produknya sudah bagus pengemasannya.

Makanya dia mengusulkan pemerintah memfasilitasi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Maros, Muhammad Idrus menuturkan, sejak 2019 sudah ada beberapa perda yang memastikan kenyamanan anak, perempuan, dan penyandang disabilitas.

“Namun melalui musrenbang ini, perlu agar kita bisa tahu kendala mereka apa. Problem mereka apa. Dari sini kita akan menyerap aspirasi mereka," tutupnya.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved