Breaking News:

Tribun Mamuju

Legislator Golkar Marah, Kepala Bappeda Diusir dari Rapat Komisi II DPRD Sulbar

Kepala Bappeda, Khaeruddin Anas diusir dari rapat Komisi II DPRD Sulawesi Barat (Sulbar).

Ist
Momen saat Anggota DPRD Sulbar dari fraksi Golkar, H Damris mengungsi Kepala Bappeda Provinsi Khaeruddin Anas dari Rapat Komisi II dalam tenda darurat kantor sementara DPRD Sulbar.(nurhadi/tribun). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Kepala Bappeda, Khaeruddin Anas diusir dari rapat Komisi II DPRD Sulawesi Barat (Sulbar).

Ia diusir oleh salah seorang anggota DPRD dari fraksi Golkar, H Damris, Senin (15/3/2021).

"Kau pulang tidak bisa ambil keputusan. Suruh pulang pak ketua, pulang kau, kau hanya mewakili, pulang, pulang, pulang mako pak dari pada saya hantamki," kata H Damris.

H Damris mengatakan, ia hanya melampiaskan kemarahannya karena sejumlah program yang sudah disepakati dalam pembahasan komisi hingga ke banggar tiba-tiba dicoret oleh tim TAPD.

"Saya marah, seharusnya pada saat pimpinan menandatangi pengesahan harus dia baca dulu, dia lihat dulu, memastikan semua ada atau tidak," kata Damris.

Apabila  seorang pejabat sudah diberikan tugas mewakili, maka ia harus bisa memberikan penjelasan dan berani mengambil keputusan.

"Nah sementara dia selalu katanya saya tidak bisa ambil keputusan karena saya hanya mewakili, nah tidak boleh begitu, jadi saya itu marah bukan karena pribadi, tapi karena tidak ada penghargaan,"pungkasnya.

Sejumlah program yang tidak muncul dalam DPA yang memantik kemarahan Damris, pertama soal pembebasan lahan Bandara Sumarorong Mamasa, kemudian Jalan Bonehau-Kalumpang, Jalan Poros Simboro dan Jembatan di Alu Kabupaten Polman.

"Pada saat dibahas di komisi dan banggar semua ada, setelah keluar DPA itu tidak ada," ujarnya.

Sementara bangunan Tower yang disepakati hanya sekitar Rp 20 miliar, tiba-tiba muncul dalam DPA Rp 39 miliar.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved