Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Makassar

LBH Makassar, ACC Sulsel dan LBH Pers Gelar Doa Bersama untuk Almarhum Abdul Muttalib

sebulan lebih sDirektur LBH Makassar Periode 2007-2011, dan Ketua BP ACC Sulawesi 2011-2019, Abdul Muttalib meninggal dunia

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/ANDI MUHAMMAD IKHSAN WR
LBH Makassar bersama ACC Sulsel dan LBH Pers mengadakan doa bersama, melalui zoom, yang dihadiri keluarga dan sahabat-sahabat Abdul Muttalib, Jumat (12/3/2021)pukul 20.00 Wita. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Setelah sebulan lebih sepeninggalan Direktur LBH Makassar Periode 2007-2011, dan Ketua BP ACC Sulawesi 2011-2019, Abdul Muttalib.

Di mana sepanjang hidupnya, mengabdikan diri dalam perjuangan penegakan Hukum dan HAM, telah meninggalkan beragam kisah.

Sehingga LBH Makassar bersama ACC Sulsel, dan LBH Pers mengadakan doa bersama, melalui zoom, yang dihadiri keluarga dan sahabat-sahabat Abdul Muttalib, Jumat (12/3/2021) pukul 20.00 Wita.

Setelah acara dibuka oleh host anggota LBH Makassar Rezky Pratiwi, dilanjutkan Doa dan Ceramah oleh Ustadz Agung, 

Dalam ceramahnya, mantan anggota LBH Makassar ini meminta keluarga serta rekan-rekan Abdul Muttalib untuk mengikhlaskan kepergiaan beliau.

"Keluarga harus mengikhlaskan kepergian almarhum, kenapa? Karena almarhum sesungguhnya telah kembali ke sisi Allah," ujarnya.

"Dan untuk sahabat-sahabtnya, jadikan ini pembelajaran, bahwa kelak kita juga akan kembali ke Allah SWT," lanjutnya.

Tapi kata Ustadz Agung, yang perlu diingat adalah apakah kita ingin meninggal dalam keadaan mulia atau tidak.

"Yaitu dengan cara menyumbangkan ilmu, tenaga, harta dan waktu kita di jalan Allah," pungkasnya.

Sementara itu, dilanjutkan oleh sepata kata oleh keluarga almarhum.

Mewakili istri dari Abdul Muttalib, salah satu keluarganya, Syahruddin Rahmat, menyampaikan terimakasih yang besar besarnya, kepada Ketua LBH Makassar, ACC, LBH Pers, serta para tamu yang sempat hadiri dalam acara ini.

"Saya ingin sampaikan bahwa tempat berkumpul kami, terdapat di dua rumah, yaitu di rumah abdul muthalib, dan rumah orangtua Abdul Muttalib," jelasnya

"Sehingga kami selaku keluarga merasa sangat kehilangan, yang menurut kami semua, adalah suatu ujian atau cobaan yang sangat susah, tapi itulah yang terbaik menurut Allah SWT," sambungnya.

Kata Syahruddin, dari hal inilah mereka sekeluarga belajar ikhlas, dan semoga Abdul Muttalib di beri temlat terbaik di sisi-Nya.

"Kami berharap agar kuburan almarhum menjadi taman-taman bunga di surga," tutupnya.

Setelah itu, dilanjutkan dengan mendengarkan sepatah kata dari sahabat Abdul Muttalib, seperi Dosen Pidana Universitas 45 Bosowa Prof Marwan Mas, Mantan Ketua KPK Abraham Samad, Managwr Produksi Tribun Timur AS Kambi, Ketua YLBHI Asfinawati, dan lain-lain.

Acara pun ditutup dengan memutarkan video testimoni Almarhum Abdul Muttalib semasa hidupnya.

Laporan tribuntimur.com, M Ikhsan

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved