Breaking News:

Gempa Sulbar

Pakai Helikopter TNI AD, Bupati Mamuju Tinjau Kondisi Desa Bela-Kopeang yang Masih Terisolir

Bupati Mamuju Hj Sutinah Suhardi meninjau sekaligus menyalurkan bantuan ke masyarakat desa terisolir di Kopeang dan Bela

Humas Pemkab Mamuju
Bupati Mamuju Hj Sutinah Suhardi menaiki helikopter TNI Angkatan Darat menuju Desa Bela dan Kopeang yang masih terisolir pascagempa bumi. Humas Pemkab Mamuju 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Bupati Mamuju Hj Sutinah Suhardi meninjau sekaligus menyalurkan bantuan ke masyarakat desa terisolir di Kopeang dan Bela, Kecamatan Tapalang, menggunakan helikopter TNI Angkatan Darat, Kamis (11/3/2021).

Desa Kopeang dan Bela hingga saat ini masih terisolir akibat longsor yang terjadi sesaat setelah Kabupaten Mamuju dan Majene diguncang gempa bumi pada 15 Januari lalu.

Sutinah berangkat dari lapangan MerdekaJl Ahmad Yani, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju didampingi Kepala Dinas PUPR, Dinas Sosial dan Dinas Perkim.

"Lokasinya memang sangat jauh dari kota. Naik turun gunung, kemudian ada banyak jurang. Juga ada beberapa longsoran parah, bahkan ada gunung yang longsor setengahnya,"kata Sutinah. 

Kunjungan yang pertama kali dilakukan Sutinah ke Desa Bela dan Kopeang setelah menjabat bupati untuk meninjau langsung kondisi masyarakat karena dilaporkan terdapat 27 titik longsor di Mamuju yang mengakibatkan tertutupnya akses transportasi darat termasuk Desa Bela dan Kopeang.

"Sebelum mendarat, kita melihat dari udara kondisi riil yang terjadi di Bela-Kopeang. Ternyata benar ada beberapa longsoran yang menyebabkan tertutupnya akses ke ibukota Kecamatan Tapalang," ujar Sutinah. 

Kata dia, sejak masa kampanye dia mengaku memang berjanji dalam hati , bahwa kalau saya diberi amanah sebagai bupati, akan mengunjungi tempat-tempat yang tidak sempat disambangi ketika kampanye.

"Alhamdulilah, di minggu kedua kami dilantik, saya bisa datang langsung di daerah yang terisolir ini. Saya sangat terharu melihat antusiasme mereka menyambut saya,"ucapnya.

Dikatakan, dari segi bangunan perumahan  sebenarnya tidak begitu banyak yang rusak, tapi kendala mereka adalah akses jalanan yang tertutup karena longsor.

"Di sana juga terdapat beberapa sarana ibadah dan sekolah yang kondisinya memprihatinkan. Insyaallah tahun depan kita bisa merenovasi sekolah-sekolah di Bela-Kopeang," kata Sutinah. 

Sejak awal dilantik, lanjutnya, memang menitikberatkan penanganan pascagempa sebagai salah satu program 100 Hari Pertama.

"Mudah-mudahan saya bisa ke sana lagi dalam keadaan yang lebih baik,"ucapnya. (tribun-timur.com)

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved