Breaking News:

Aliran Hakekok

Astagfirullah! Pimpinan Aliran Hakekok Sering Kali Gauli Pengikut Lewat Perkawinan Ghaib

Kini mengejutkan terjadi dalam pengungkapan aliran Hakekok di Pandeglang, Banten, Kamis (11/3/2021). Aliran ini dianggap menyimpang tahun 2009 lalu.

Editor: Muh Hasim Arfah
net
Apa itu Aliran Hakekok diduga aliran sesat minta pengikutnya mandi bersama di tengah kebun 

TRIBUN-TIMUR.COM- Fakta mengejutkan terjadi dalam pengungkapan aliran Hakekok di Pandeglang, Banten, Kamis (11/3/2021). 

Polisi mengungkapkan pengikut aliran Hakekok ditahan setalah mengadakan ritual mandi bersama, kemarin.

Polisi juga menyampaikan aliran ini bukan muncul sekarang saja.

Sebenarnya sudah muncul sejak lama.

Misalnya pada 2009 silam, aliran ini muncul di Pandeglang, Banten.

Dipimpin oleh Kasrudin, mereka membangun padepokan yang kemudian dibakar warga. 

Pembakaran padepokan karena warga kesal, Kasrudin dicurigai telah seringkali menggauli santri wanitanya atau oleh para pengikut Hakekok disebut dengan perkawinan ghaib.

Baca juga: Puluhan Warga Pendeglang Banten Ritual Mandi Telanjang Bersama Untuk Sucikan Tubuh

Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten sudah menyatakan bahwa aliran Hakekok yang dianut sebagian warga Kabupaten Pandeglang merupakan aliran yang menyimpang dari ajaran Islam.

"Oleh karena itu MUI Banten mendesak Badan Koordinasi Penganut Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) segera bertindak tegas," kata Ketua MUI Banten KH Aminudin Ibrohim pada tahun 2009 silam.

Sebelumnya, Polres Pandeglang mengamankan 16 orang yang terdiri dari pria dan wanita dewasa serta anak-anak saat melakukan ritual aliran yang diduga sesat.

Ritual aliran sesat bernama Hakekok itu dilakukan di penampuangan air PT GAL, di tengah perkebunan kelapa sawit di Desa Karangbolong, pada pukul 10.00 WIB, Kamis (11/3/2021) pagi.

"Ada 16 orang yang diamankan. Terdiri dari lima perempuan dewasa, delapan laki-laki, dan tiga anak-anak," kata Wakapolres Pandeglang Kompol Riky Crisma Wardana saat dikonfirmasi, Kamis (11/3/2021), dikutip dari Kompas.com.

Dalam pemeriksaan petugas kepolisian, para peserta ritual mengakui mereka melakukan ritual aliran yang disebut dengan ajaran Hakekok.

Ritual itu untuk membersihkan diri dari segala dosa, dan menjadi orang yang lebih baik.

Mereka mengaku baru melakukan satu kali ritual, yakni pada saat polisi melakukan penangkapan.(kompas.tv)

Baca juga: Apa Itu Aliran Hakekok? Bukan Syariat Islam, Berikut Fakta-Fakta Wanita & Pria Mandi Bareng di Kebun

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved