Breaking News:

PON Papua 2021

20 Atlet Ikuti Hari Terakhir Tes Fisik dan Psikotes PON Papua 2021, Ini Pesan Ketua KONI Sulsel

KONI Sulsel melaksanakan tes fisik dan psikotes hari terakhir jelang persiapan PON Papua 2021

KONI Sulsel
Sedikitnya 20 atlet dari 6 cabang olahraga mengikuti tes fisik, tes kesehatan dan psikotes hari terakhir, Kamis (11/3/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sedikitnya 20 atlet dari 6 cabang olahraga mengikuti tes fisik, tes kesehatan dan psikotes hari terakhir, Kamis (11/3/2021).

Tes ini digelar Marathon sejak, Selasa (9/3/2021) lalu.

Sesuai dengan jadwal yang tercatat dalam agenda kegiatan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel, seharusnya hanya 16 atlet.

Yang terdaftar dari cabor menembak, senam, selancar angin, panahan dan angkat besi yang harus menjalani ujian fisik.

Namun ada tambahan 4 atlet dari cabang olahraga futzal yang tertunda uji fisiknya di hari kedua kemarin.

Berbeda dengan pelaksanaan uji fisik atlet dihari pertama dan hari kedua kemarin, yang berlangsung hingga malam hari.

Hari ketiga ini ke 20 atlet tersebut menjalani proses uji fisiknya hanya sampai siang hari sekitar Pukul 13.00 Wita dengan jumlah tahapan ujian yang sama.

Mereka melakukan uji fisik, kesehatan dan uji psikologi dengan lancar dan terbit tanpa adanya gangguan cuaca ekstreem dan antrian panjang seperti dua hari sebelumnya.

Ketua panitia tes, Syamsuddin Umar, menyebut tes fisik ini merupakan tes kali kesekian yang digelar KONI.

Setelah test fisik sebelumnya pernah digelar akhir tahun 2020 lalu yang hasilnya menjadi catatan penting bagi bimpres dan satgas PON Papua.

Untuk melakukan evaluasi dan monitoring terkait perkembangan kualitas atlet agar tidak terjadi penurunan kualitas.

“Setelah ini kita akan melihat hasilnya dan mengukur kualitas atlet dari beberapa variabel seperti daya tahan otot, kekuatan, kecepatan, kelincahan dan daya tahan umum terkait apakah sesuai dengan program latihan cabor selama 3 bulan ini” jelas Syamsuddin Umar.

Sementara itu Ketua Umum KONI Sulsel, Ellong Tjandra, berpesan kepada atlet agar terus menjaga staminanya selama proeses latihan dan uji fisik berlangsung.

“Bagi atlet yang kurang baik hasil testnya harus ditingkatkan, sedang yang hasil testnya sudah bagus wajib dipertahankan bila perlu ditingkatkan,” kata Ellong.

“Yang dibutuhkan itu adalah atlet dengan kualitas bugar tak cukup dengan kualitas sehat, sebab atlet yang bugar sudah pasti itu adalah atlet yang sehat,” pungkasnya.(*)

Editor: Alfian
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved