Sosok Suster Ann yang Berulang Kali Berlutut Demi Lindungi Demonstran Myanmar: Bunuh Saya Saja

“Saya langsung berpikir hari ini (28 Februari) adalah hari saya meninggal. Jadi, saya siap melakukannya,” kata Suster Ann Roza Nu Tawng

Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Waode Nurmin
(MYITKYINA NEWS JOURNAL via Sky News)
Suster Ann Roza Nu Tawng, seorang biarawati di Myitkyina, Myanmar, berlutut di hadapan sejumlah aparat yang juga ikut berlutut. Suster Ann Roza memohon kepada aparat Myanmar agar tak menembaki para pengunjuk rasa pada Senin, 8 Maret 2021. Namun, terdengar tembakan dengan dua orang dikonfirmasi tewas. 

TRIBUNTIMURWIKI.COM - Baru-baru ini sebuah foto yang menunjukkan seorang biarawati berlutut didepan aparat bersenjata Myanmar beredar hingga ramai diperbincangkan.

Saat ini diketahui kondisi Myanmar lagi memanas pasca terjadi Kudeta Militer.

Rakyat Myanmar banyak turun ke jalan memprotes kudeta yang terjadi

Para demonstran terlibat bentrokan dengan militer Myanmar sehingga menimbulkan jatuhnya korban jiwa.

Sejak kudeta yang dilakukan militer pada 1 Februari, sebanyak 56 orang tewas dan 1.790 orang ditahan.

Awal permasalahan ketegangan di Myanmar bermula dari pemilu November 2020, pemilu demokratis kedua sejak negara itu keluar dari pemerintahan militer pada 2011.

Pihak militer menuduh adanya kecurangan dalam proses pemungutan suara, sehingga perolehan suara Partai Liga Nasional (NLD) jauh lebih besar dari yang diperkirakan banyak orang.

Hingga saat ini, terpantau sejummlah orang masih turun ke jalan.

Selain militer, pihak kepolisian Myanmar juga melakukan pengamanan saat aksi demo.

Namun, baru-baru ini ada aksi Biarawati yang menjadi sorotan dunia.

Terekam kamera, Biarawati berlutut memohon kepada polisi.

Seperti dikutip dari Kompas.com Suster Ann Roza Nu Tawng kembali berlutut demi melindungi demonstran dari aparat Myanmar, beberapa saat sebelum mereka ditembaki.

Kolase foto suster Ann Nu Thawng di Myanmar yang memohon agar polisi berhenti menangkapi demonstran.
Kolase foto suster Ann Nu Thawng di Myanmar yang memohon agar polisi berhenti menangkapi demonstran. (TWITTER @CardinalMaungBo)

Biarawati itu menjadi perhatian setelah memohon sambil menangis agar polisi dan militer tak menembaki pengunjuk rasa.

Insiden yang terjadi di Kota Myitkyina pada 28 Februari 2021 itu dijuluki sebagai "Momen Tiananmen di Myanmar".

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved