Breaking News:

Tribun Wajo

Pegawai Kemenag Wajo Tersangka Kasus Fee Dana BOP 2020, Kini Ditahan di Rutan Sengkang

Kejaksaan Negeri (Kejari), menetapkan pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Muhammad Yusuf sebagai tersangka fee dana BOP 2020

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH
Kejaksaan Negeri Wajo saat menggelar jumpa pers, Rabu (10/3/2021) 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Kejaksaan Negeri (Kejari), menetapkan pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Muhammad Yusuf sebagai tersangka fee dana BOP 2020, Rabu (10/3/2021).

Saat ini, Muhammad Yusuf ditahan di Rutan Kelas II B Sengkang, selama 20 hari kedepan.

Diketahui, Muhammad Yusuf ditangkap di Masjid Darussalam, Desa Pakkana, Kecamatan Tanasitolo, Selasa (9/3/2021) kemarin.

Saat itu, Yusuf hendak mengembalikan fee dana BOP 2020 kepada lembaga penerima yakni TPQ dan MDT.

"Hari Selasa kemarin telah dilakukan penggeledahan dalam keadaan yang sangat perlu dan mendesak. Dari informasi kegiatan pengembalian dana yang diduga merupakan hasil pungutan liar atau gratifikasi," kata Kepala Kejaksaan Negeri Wajo, Eman Suleman saat menggelar jumpa pers.

Pada penangkapan yang dilakukan, ada dua orang pegawai Kemenag Wajo yang diamankan.

Juga ada pegawai honorer bernama Abdul Wariz. Namun Eman Suleman menyebutkan, status Abdul Wariz masih sebagai saksi.

"Untuk AW saat ini masih sebatas saksi, tapi tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru. Kita lihat pengembangan ke depan," katanya.

Muhammad Yusuf sendiri dikenakan pasal 12 (e) subsider pasal 11 UU RI 20/2001 atas perubahan UU RI 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sebagaimana diketahui, ada 11 pesantren, 74 MDT, dan 132 TPQ di Kabupaten Wajo yang menerima BOP 2020.

Lebih lanjut, kasus permintaan dana BOP 2020 ini mencuat saat sejumlah lembaga penerima mengadu ke DPRD Wajo.

Permintaan fee beragam, mulai dari Rp1 juta sampai Rp3,5 juta.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved