Breaking News:

Tribun Pinrang

Kasus Kosmetik Ilegal di Pinrang Mondar Mandir

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pinrang, Tomy Aprianto mengatakan BAP kasus tersebut masih P19.

TRIBUN TIMUR/NINING
Sejumlah massa Aliansi Mahasiswa Pemerhati Pinrang melakukan unjuk rasa di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Pinrang, Jl. Sukawati, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Senin, (01/03/2021). 

TRIBUNPINRANG.COM, WATANG SAWITTO - Berita Acara Pemeriksaan (BAP) empat tersangka kasus Kosmetik ilegal masih mondar mandir dari Kantor Kepolisian Pinrang dengan Kantor Kejaksaan Negeri Pinrang.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pinrang, Tomy Aprianto mengatakan BAP kasus tersebut masih P19.

"Belum dikembalikan penyidik kepolisian ke kantor kejaksaan," kata Tomy saat dihubungi Rabu, (10/03/2021).

Dia mengatakan, pihaknya tidak bisa mengungkapkan materi kekurangan dari BAP tersebut. 

"Itu tidak bisa kami ungkap ke publik yang jelas terkait formil dan materiil perkara yang harus dilengkapi," imbuhnya. 

Sebelumnya mahasiswa yang tergabung dalam aliansi peduli Pinrang sempat menyorot dugaan adanya permintaan uang kepada tersangka kasus kosmetik sebesar Rp 25 juta per orang. 

Aksi mahasiswa itu dipicu isu yang berkembang di masyarakat.

Menanggapi hal itu, Kordinator Indonesia Timur Coruption Watch ( ITCW), Jasmir L Laintang  menduga isu yang berkembang di masyarakat itu benar adanya.

"Buktinya sampai saat ini perkembangan kasus itu belum ada," tuturnya.

Diketahui, kasus peredaran kosmetik ilegal berhasil diungkap Satreskrim Polres Pinrang Desember 2020 lalu.

Polisi kemudian menetapkan empat tersangka dalam kasus ini yakni RA warga Kelurahan Teppo, Kecamatan Patampanua sebagai pemasok barang racikan ilegal dari Malaysia. Tiga wanita lainnya yakni AY, AA dan KM ikut diamankan.

Penulis: Nining Angraeni
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved