Breaking News:

Tribun Wajo

Pegawai Kemenag Wajo Diperiksa Jaksa, ACC Desak Tangkap Aktor Intelektual

Keduanya hendak mengembalikan sejumlah uang fee dari dana BOP 2020 yang diminta kepada TPQ/MDA/MDT.

st hamdana/tribunwajo.com
Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sengkang, Jl Kejaksaan, No 1, Kecamatan Tempe, Wajo 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Sudah tujuh jam lebih dua pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, yakni Muhammad Yusuf dan Wariz diperiksa di Kejaksaan Negeri Wajo, Selasa (9/3/2021).

Hingga pukul 22.00 Wita, keduanya masih menjalani pemeriksaan di ruangan Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Wajo.

"Masih sebagai saksi, belum (dinaikkan) masih dimintai keterangannya," kata Kepala Kejaksaan Negeri Wajo, Eman Suleman kepada Tribun Timur.

Keduanya masih terus dimintai keterangan terkait permintaan fee dana BOP 2020. Diketahui, keduanya diamankan di Masjid Darussalam, Kecamatan Tanasitolo, sekitar pukul 13.30 Wita.

Keduanya hendak mengembalikan sejumlah uang fee dari dana BOP 2020 yang diminta kepada TPQ/MDA/MDT.

"Tunggu saja, yah (perkembangannya)," katanya.

Barang bukti yang diamankan jaksa, ada sekitar Rp 12.500.000. Lebih lanjut, Kepala Seksi Pidsus Kejari Wajo, Dermawan Wicaksono mengatakan bahwa barang bukti yang diamankan itu masih sebagian kecil dari jumlah yang diminta.

"Ini bukan OTT, karena dugaan tindak pidananya kan sudah terjadi. Ini kita duga bahwa yang bersangkutan berusaha mengembalikan sebagai upaya mengaburkan bukti-bukti," katanya.

Kasus permintaan dana BOP 2020 ini mencuat, ketika sejumlah lembaga penerima BOP melakukan aspirasi ke DPRD Wajo. Permintaan fee itu beragam, mulai dari Rp1,5 juta sampai Rp3,5 juta.

Sementara itu, peneliti dari Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Hamka berharap, Kejari Wajo tidak berhenti hanya pada dua oknum tersebut.

"Kami meminta Kejaksaan untuk tidak berhenti di dua oknum yang diamankan, tapi harus menelusuri siapa yang terlibat dan siapa intellectual leadernya. Supaya kasus ini diselesaikan secara tuntas dan korban mendapatkan keadilan," katanya.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved