Breaking News:

Tribun Mamuju

Kasus Dugaan Korupsi DAK SMK Disdikbud Sulbar Tahun 2020, Kejati Sulbar Panggil 41 Kepsek

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar, terus melakukan penyelidikian kasus dugaan korupsi pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pendidikan tahun 2020

TRIBUN-TIMUR.COM/NURHADI
Puluhan Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri dan SMK Swasta antri menjalani pemeriksaan di tenda darurat Kejati Sulbar terkait dugaan korupsi pemotongan DAK 3 persen di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar, terus melakukan penyelidikian kasus dugaan korupsi pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pendidikan tahun 2020 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar.

Saat ini Kejati Sulbar melakukan penyelidikan untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) Sekolah Menangah Kejuruan (SMK) yang diduga terjadi praktek yang sama.

Penyelidikan tersebut dilakukan Kejati Sulbar setelah terungkap adanya korupsi pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Pendidikan Tahun 2020 sebesar 3 persen pada bidang SMA.

Bahkan Kejati Sulbar sudah menetapkan tiga orang tersangka.

Ketiga yakni BB, BE dan AD. Kemudian menyita barang bukti sejumlah setoran dalam amplop dari kepala sekolah senilai Rp 783.826.550 diperuntukan untuk dinas pendidikan dan kebudayaan.

Kasi Penkum Kejati Sulbar, Amiruddin mengatakan, pihaknya sudah memanggil 41 kepala sekolah (Kepsek) SMK Negeri dan SMK Swasta se Sulbar untuk dimintai keterangannya sebagai saksi.

"Khusus SMK belum ada yang tersangka. Sementara proses pemanggilan para kepada sekolah SMK untuk diminta keterangan,"kata Amiruddin ditemui di Kejati Sulbar Jl RE Marthadinata, Mamuju, Selasa (9/3/2021).

Sesuai undangan pemanggilan yang beredar sebanyak 41 kepala sekolah SMK diperiksa secara bertahap mulai sejak kemarin 8 hingga 10 Maret 2021.

"Kalau SMA kan sudah ada yang tersangka. Sudah status penyidikikan, kita juga sudah ambil keterangan 82 kepala SMA se Sulbar, 5 orang staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan 20 orang fasilitator terkait modus korupsi ini. Nah sekarang ini SMK dalam proses penyelidikan,"pungkasnya.

Kata Amiruddin, khusus SMK masih panjang tahap penyelidikannya.

Sehingga dia mengaku belum ingin terlalu berkomentar banyak karena menunggu hasil dari penyidik.

Pantauan Tribun Timur.com, Selasa (9/3/2021) puluhan kepala sekolah SMK se Sulbar antri sejak pagi di tenda darurat Kejati Sulbar.

Mereka akan dimintai keterangannya dalam kasus dugaan korupsi pemotongan DAK sebesar 3 persen dari setiap sekolah.(tribun-timur.com).

Penulis: Nurhadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved