Breaking News:

Tribun Wajo

Tiga Kades Terlibat Kasus Pelecehan Seksual dan Korupsi Urus SKCK untuk Ikut Pilkades

Hal itu berdasarkan Surat keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dikeluarkan Polres Wajo baru-baru ini.

TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH
Aktivis AMIWB, Syaifullah. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Tiga kepala desa di Kabupaten Wajo yang sedang bermasalah, kembali ingin maju pada perhelatan Pilkades serentak 25 Mei 2021 mendatang.

Tiga kepala desa tersebut, yakni Kepala Desa Lempong Abdul Karim, Kepala Desa Cinnongtabi Andi Tune, dan Kepala Desa Botto non-aktif Ambo Asse.

Hal itu berdasarkan Surat keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dikeluarkan Polres Wajo baru-baru ini.

"Tiga orang kepala desa yang berkasus dan masih berjalan telah mengambil SKCK. Sejumlah catatan dan rekam jejak kasus kriminal semuanya tertuang dalam SKCK yang diberikan," kata Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah, Senin (8/3/2021).

Aktivis Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo bersatu (AMIWB), Syaifullah menyebutkan, penyelenggara Pilkades yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) mesti jeli melihat fenomena tersebut.

"PMD harus tegas sebagai peneyelenggara pilkades ini. Aturan-aturan yang tertuang di dalamnya tidak hanya sekedar formalitas belaka. Jika oknum yang jelas berperkara dengan hukum lalu kemudian mencalonkan diri sebagai kepala desa itu artinya PMD tidak konsisten dengan aturan yang ada," katanya.

Potensi pelanggaran yang sama masih terbuka lebar apabila incumbent terpilih lagi. Maka, sambung Syaifullah, tanpa harus menimbang lagi PMD wajib tidak meloloskan mereka yang bermasalah.

"Jika sedari awal saja mereka sudah cacat prosedur, maka tidak akan ada kebaikan didalamnya." katanya.

Bahkan, Syaifullah mewanti-wanti Dinas PMD Kabupaten Wajo bilamana ketiga calon bermasalah tersebut lolos melenggang untuk bertarung, maka akan terjadi aksi demonstrasi besar-besaran.

"Kami sebagai pemerhati keadilan, akan terus mengawal kasus ini sampai mendapatkan titik terang, bila perlu kami akan melakukan demontrasi besar-besaran untuk menerapkan aturan yang benar," katanya.

Olehnya, dirinya berharap agar Kabupaten Wajo bersih dari oknum yang cacat hukum untuk tidak mengisi ruang-ruang kebijakan yang berdampak luas terhadap masyarakat.

Sebagaimana diketahui, Kepala Desa Lempong, Abdul Karim saat ini berstatus sebagai tersangka pelecehan seksual.

Lalu, Kepala Desa Cinnnongtabi, Andi Tune saat ini tersangkut temuan dari sejumlah proyek pengerjaan di desanya. Tak tanggung-tanggung, APIP menemukan ada kerugian negara Rp 200 juta lebih.

Terakhir, Kepala Desa Botto non-aktif, Ambo Asse yang saat ini terjerat kasus korupsi.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved