Breaking News:

Tribun Gowa

Sasar Anak Sekolah, Pengedar Obat Daftar G Diringkus Satnarkoba Polres Gowa

Awaluddin alias AL (21), Warga Desa Biring Balang, Kelurahan Lembang Parang, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa ditangkap polisi. 

Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Sudirman
Ist
Satnarkoba Polres Gowa menangkap pengedar daftar G 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Awaluddin alias AL (21), Warga Desa Biring Balang, Kelurahan Lembang Parang, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa ditangkap polisi. 

Buruh harian itu ditangkap Satnarkoba Polres Gowa lantaran mengedarkan obat terlarang daftar G.

"Satnarkoba Polres Gowa melakukan penangkapan terhadap seorang pengedar daftar G dengan jumlah yang berhasil diamankan sebanyak 2.050 butir, beserta uang hasil jualan Rp250 ribu ," kata Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan, (8/3/2021).

Tambunan menjelaskan, penangkapan pelaku berawal dari informasi masyarakat terkait penjualan obat daftar G kepada masyarakat.

Apalagi pelaku menyasar anak-anak sekolah dan pemuda disekitar TKP. 

Dari informasi tersebut, polisi melakukan serangkaian penyelidikan dan memantau rumah pelaku. 

"Personil mendatangi rumah karena tidak ada balasan, personil berpencar untuk antisipasi kaburnya pelaku. Kemudian menemukan pelaku ingin melarikan diri karena sudah di atas atap setelah dilakukan negosiasi pelaku turun," jelasnya. 

Seusai menangkap pelaku, polisi menggeledah kamar milik Awaluddin dan ditemukan ribuan obat terlarang daftar G di kamarnya. 

"Modus pelaku melakukan transaksi dengan konsumen yang dikenal kemudian menyerahkan obat daftar G secara langsung kepada pelanggan," ujarnya. 

AL telah mengedarkan obat terlarang tersebut lima bulan.

Dari pengakuan pelaku, dirinya menjual barang haram itu Rp 10 ribu per 7 butir yang dikemas dalam satu saset. 

"Pelaku mendapatkan barang bukti dari bandar dengan cara memesan, kemudian bandar dan pengedar bertemu disatu titik selanjutnya dilakukan transaksi. Sekali pesanan sebanyak 2000 butir seharga Rp 1,5 juta," bebernya. 

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 196 ayat 2 dan 3 UU nomor 36 tentang Kesehatan Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Laporan Wartawan Tribungowa.com, Sayyid Zulfadli 

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved