Breaking News:

Tribun Bone

Sampah Menumpuk Masih Terlihat di Ruas Jalan di Kota Watampone

Di Jl Sukawati, sampah terlihat menumpuk di dekat pusat pertokoan. Tak ada tempat sampah

TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI ANWAR
Kondisi sampah menumpuk di Jl Agus Salim, Kabupaten Bone, Sabtu (632021) 

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG - Sampah masih menjadi persoalan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Masih banyak masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya. 

Hal ini bisa dilihat di beberapa ruas jalan, seperti di Jl Sukawati dan di pertigaan Jl Bali-Jl Sulawesi.

Ditambah tempat pembuangan sampah sudah penuh, tapi belum diangkut ke tempat pembuangan akhir.

Di Jl Sukawati, sampah terlihat menumpuk di dekat pusat pertokoan. Tak ada tempat sampah, sehingga warga menumpuknya di tepi jalan. 

Di pertigaan Jl Bali-Jl Sulawesi, sampah terlihat menumpuk, padahal sudah ada spanduk dilarang membuang sampah di tempat tersebut.

Selain itu, tempat pembuangan sampah juga biasa penuh, tapi belum diangkut untuk dibuang di tempat pembuangan akhir.

Hal ini terlihat di Jl Agus Salim. Terdapat tempat pembuangan sampah dari bak mobil yang sudah penuh. Warga pun menyimpan sampahnya di pinggir jalan.

Begitupun di Jl Gatot Subroto, dekat Kantor KPU Bone. Tempat sampah sudah penuh, tapi juga belum diangkut. Terkadang warga juga tidak memasukkan  sampahnya di bak sampah tersebut. Melainkan di simpan di sampingnya saja. Begitu pun yang terjadi di Jl Sambaloge. 

Seorang warga, Ilham mengatakan, persoalan sampah menjadi tugas bersama masyarakat dan pemerintah.

Masyarakat, kata dia, harus memiliki kesadaran untuk membuang sampat pada tempatnya. Disisi lain, pemerintah harus menyediakan tempat pembuangan sampah sementara di beberapa titik.

"Masyarakat harus punya perhatian terhadap lingkungan. Setidaknya buang sampah pada tempatnya. Kemudian pemerintah harus menambah tempat pembuangan sampah," katanya Sabtu (6/3/2021).

Menurut dia, dengan begitu persoalan sampah di Bone bisa ditangani sedikit demi sedikit. Mobil pengangkut sampah juga harus ditambah.

"Jadi harus ada upaya bersama baik dari pemerintah maupun masyarakat tangani sampah. Tidak boleh hanya satu pihak. Intinya harus peka dan pro aktif," ucapnya.

Laporan Kontributor TribunBone.com, Kaswadi Anwar

Penulis: Kaswadi Anwar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved