Breaking News:

Tribun Makassar

Hingga Februari 2021, Penjualan Mobil Penumpang-Niaga Ringan Mulai Meningkat

Penjualan mobil penumpang dan niaga ringan di Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami kontraksi hingga 32 persen selama 2020.

ist
Kepala Cabang Astra Daihatsu Makassar Urip Sumoharjo, Andrianto Saudin dan Marketing Manager Megah Putra Sejahtera (MPS) diler resmi mobil penumpang dan niaga ringan Suzuki di Sulselbar, Muhammad Said merespon baik stimulus free PPnBM oleh pemerintah 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penjualan mobil penumpang dan niaga ringan di Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami kontraksi hingga 32 persen selama 2020.

Pada 2021, Agen Pemegang Merk (APM) berharap ada peningkatan meski angkanya realistis.

Tidak lain, Covid-19 masih belum berakhir, pasar masih wait and see, meski vaksinasi sudah berjalan sejak Januari lalu.

Data Police Registration (Polreg) hingga Februari 2021 menunjukkan peningkatan cukup signifikan pada penjualan mobil penumpang dan niaga ringan.

Pada Januari 2021, total penjualan hampir menyentuh angka 3 ribu unit, tepatnya 2.655 unit.

Lalu Februari 2021, total penjualan sedikit kontraksi dari bulan sebelumnya di angka 2.416 unit.

Secara komulatif, hingga Februari 2021 total penjualan mobil penumpang dan niaga ringan di Sulsel mencapai 5.071 unit atau rerata penjualan 2.535 unit per bulan.

Angka itu naik dibandingkan dengan rerata penjualan selama 2020 di angka 2.144 unit. Meningkat sekitar 391 unit atau 18,23 persen.

Kepala Cabang Astra Daihatsu Makassar Urip Sumoharjo, Andrianto Saudin mengatakan, penjualan 2 bulanan di 2021 mulai meningkat.

"Market sih sudah mulai ada peningkatan dari tahun lalu, tapi masih terlihat keragu-raguan market sehingga belum bisa terus growth (pertumbuhan)," ujar Andri sapaannya via pesan WhatsApp, Minggu (6/3/2021).

"Mudah-mudahan dengan adanya stimulus free PPnBM bisa menggairahkan kembali industri otomotif," tambahnya.

Marketing Manager Megah Putra Sejahtera (MPS) diler resmi mobil penumpang dan niaga ringan Suzuki di Sulselbar, Muhammad Said merespon positif rencana kebijakan PPnBM dari pemerintah.

"Sejak Maret, April, Mei, Juni kita merasakan dampak industri otomotif hancur lebur, tapi walaupun dengan kondisi yang seperti itu kami bersama tim mampu bertahan, tetantunya juga dengan adanya insentif PPnBM kita bisa bergairah lagi di penjualan otomotif terutama Makassar," ujarnya.

Apalagi jika melihat penjualaan di 2020 turun 50 persen, sehingga berharap tahun ini bisa naik kembali.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved