Breaking News:

Tribun Wajo

Dinkes Sulsel Pantau Perkembangan Asril, Bocah Penderita Gizi Buruk di Botto Benteng Wajo

Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel menindaklanjuti kasus gizi buruk yang dialami Muhammad Asril Rahandika di Wajo

Rilis Humas Pemprov Sulsel
Muhammad Asril Rahandika, bocah penderita gizi buruk berusia 4 tahun dari Botto Benteng, Kelurahan Benceng Benceng, Kecamatan Mejauleng, Sengkang, Kabupaten Wajo. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan menindaklanjuti kasus gizi buruk yang dialami Muhammad Asril Rahandika, bocah berusia 4 tahun dari Botto Benteng, Kelurahan Benceng Benceng, Kecamatan Mejauleng, Sengkang, Kabupaten Wajo.

Hal itu pun atas arahan dan petunjuk oleh Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman yang mengetahui kondisi bocah lelaki itu.

Kepala Seksi Kesga Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Rahma Anis menjelaskan, pasien Asril sudah mendapatkan penanganan dan saat ini sudah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Wajo.

Ia mengaku, telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit setempat untuk memberikan penanganan secara intensif kepada Asril.

Asril juga memiliki penyakit penyerta, Broncopneumoni atau infeksi yang mengakibatkan terjadinya peradangan paru-paru.

"Kami akan terus melakukan koordinasi dengan pihak RS, karena saat ini Asril sementara dirawat di RSUD Wajo. Kami juga memastikan  bahwa penatalaksanaan 10 Langkah Tata laksana Gizi Buruk terhadap pasien berjalan dengan optimal," jelasnya.

Selain itu, kata Rahma, penanganan terhadap anak dari pasangan Sugianto dan Kasmawati akan tetap melakukan perawatan secara intensif kepada Asril di masa pemulihannya, setelah pulang dari rumah sakit, dengan bantuan Biskuit MP-ASI, susu Protein untuk malnutrisi dan multivitamin Taburia.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten yang menindaklanjuti kasus gizi kurang pada balita.

"Kita harus memperhatikan dan memberikan pendampingan terhadap kasus-kasus gizi kurang. Ini perlu sinergitas bersama membantu untuk pengawasan kebutuhan gizi, serta untuk keluarga, bisa melalui bantuan dari Dinas Sosial. Perlu saling membantu menangani masalah gizi ini," tegasnya. (*)

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved