Breaking News:

Nurdin Abdullah Ditangkap KPK

Masih Ingat Kesaksian Jumras Soal Fee 7,5 Persen Hingga Muncul Agung Sucipto dan Nurdin Abdullah

Satu tahun lalu, Kepala Biro Pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Jumras bersaksi dalam sidang Pansus Hak Angket DPRD Sulsel.

handover
Mantan Kabiro Pembangunan Pemprov Sulsel Jumras, Direktur perusahaan kontraktor Agung Sucipto dan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah 

TRIBUN-TIMUR.COM- Tribuners masih ingat dengan kesaksian Mantan Kepala Biro Pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Jumras dalam sidang Pansus Hak Angket DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Sulsel, Senin (15/7/2019).

Sidang Pansus Hak Angket DPRD Sulsel ini menyerempet bahas fee proyek.

Kala itu, Jumras menyampaikan adanya fee 7,5 persen dalam sebuah proyek.

Namun, belakangan cerita fee proyek 7,5 persen itu pun lenyap ditelan waktu.

Bahkan, Jumras harus meminta maaf kepada Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah karena menyebut Agung Sucipto telah memberikan bantuan dana dalam Pilgub Sulsel 2018 sebanyak Rp 10 miliar.

Dalam cerita fee proyek ini, tersangka pemberi gratifikasi Agung Sucipto sudah disebut-sebut dalam sidang Pansus Hak Angket DPRD Sulsel.

Bahkan, namanya sudah dikaitkan dengan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Saat ini, Agung Sucipto tersangka operasi tangkap tangan KPK bersama Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Nurdin Abdullah (NA) bersama dengan Edy Rahmat (ER) ditetapkan sebagai tersangka penerima dalam kasus dugaan suap proyek infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel.

Keduanya disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Halaman
1234
Editor: Muh Hasim Arfah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved