Breaking News:

Tribun Pangkep

Bupati Pangkep Buka Evaluasi SPM Lingkup Dinas Kesehatan

kegiatan ini mengevaluasi 12 indikator SPM. Diharapkan, melalui kegiatan ini, pelayanan SPM mencapai target 100 %.

Editor: Imam Wahyudi
Humas Pemkab Pangkep
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL) membuka evaluasi standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan lingkup dinas kesehatan, di salah satu hotel di Makassar, Kamis (4/3/21). 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKEP - Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL) membuka evaluasi standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan lingkup dinas kesehatan, di salah satu hotel di Makassar, Kamis (4/3/21).

Plt Kepala dinas kesehatan Pangkep Nurliah Sanusi, mengatakan evaluasi SPM ini diikuti oleh direktur RSUD Batara Siang, direktur RS Pratama, Kepala Puskesmas dan pengelola SPM Puskesmas.

Lanjutanya, kegiatan ini mengevaluasi 12 indikator SPM. Diharapkan, melalui kegiatan ini, pelayanan SPM mencapai target 100 %.

"Mereka akan asistensi serta berkoordinasi dan meminta masukan dinas kesehatan bagaimana dalam melaksanakan pelayanan dan bentuk pelaporan. Dan untuk mensinkronkan antara pelaporan di Puskesmas dan kabupaten,"jelasnya.

Lanjutnya, untuk mencapai target 100%, pengelola SPM harus ditunjang sumber daya manusia serta alat medis untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, mengatakan, dengan adanya evaluasi ini apa yang kurang bagus sebelumnya dapat diperbaiki kedepannya.

"Tenaga SPM memang harus turun langsung melihat kondisi. Dari hal tersebut, kita bisa menilai langkah selanjutnya. Saya yakin, kita bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Melalui evaluasi ini apa yang kurang bagus sebelumnya dapat diperbaiki kedepannya,"katanya.

Adapun 12 standar layanan SPM mencakup pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan kesehatan ibu bersalin, pelayanan kesehatan bayi baru lahir, pelayanan kesehatan balita, pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar, pelayanan kesehatan pada usia produktif, pelayanan kesehatan pada usia lanjut, pelayanan kesehatan penderita hipertensi, pelayanan kesehatan penderita diabetes melitus, pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat, pelayanan kesehatan orang terduga tuberculosis, dan pelayanan kesehatan orang dengan risiko terinfeksi HIV.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved